278 Satgas PU Makassar Keroyok Drainase Pettarani, Fokus Antisipasi Banjir

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau langsung pengerjaan drainase di jalan Pettarani. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan ratusan personel Satgas Drainase untuk membersihkan saluran air di sepanjang Jalan AP Pettarani, Rabu (18/6/2025).
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyebutkan, sebanyak 278 satgas drainase dari berbagai kecamatan, dibantu 50 personel dari BBWS Pompengan Jeneberang, 50 dari Balai, dan 30 dari Balai Jalan, dikerahkan secara serentak untuk menangani salah satu kawasan rawan genangan tersebut.
“Semua turun. Fokus utama adalah titik-titik yang paling sering tergenang, dan Pettarani jadi prioritas karena sering terdampak saat hujan deras,” kata Zuhaelsi.

BACA JUGA:
Tuntut Gaji Rp8 Miliar, Pemprov Sulsel Tegaskan Abdul Hayat Tak Punya Dasar

Ia menambahkan bahwa pembersihan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk menangani titik-titik krusial genangan di kota, sembari menunggu kajian teknis lebih lanjut dari akademisi Universitas Hasanuddin.
Di samping itu, Dinas PU juga akan mengganti pompa air lama di kawasan Andi Jemma. Pompa lama hanya mampu mengalirkan 25 liter air per detik, sedangkan pompa baru yang sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan akan memiliki kapasitas hingga 425 liter per detik.
“Pompa lama memang tidak lagi memadai. Pompa baru ini kami harapkan bisa berdampak signifikan dalam mengurangi genangan di wilayah tersebut,” jelasnya.
Selain fokus pada sedimentasi, tim juga menemukan kabel dan pipa utilitas yang menghambat aliran air. Menurut Zuhaelsi, kabel-kabel itu akan segera ditertibkan melalui koordinasi dengan para pemilik utilitas.
“Kami akan undang pemilik kabel dan pipa untuk duduk bersama. Jangan sampai kabel mati masih dibiarkan di saluran dan jadi penyumbat,” tambahnya.
Pembersihan ini menjadi bagian dari persiapan menyeluruh menghadapi musim hujan, dengan langkah konkret di lapangan sekaligus menunggu pembenahan sistem drainase jangka panjang berbasis kajian ilmiah.