Dibuka Wagub Sulsel, Seminar Parenting Bertemakan Anak dan Gadget Sukses digelar

foto bersama di sela acara seminat parenting bertemakan anak dan gadget. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Seminar parenting bertajuk “Generasi Emas Bijak Gadget: Bagaimana Gadget Berdampak Terhadap Tumbuh Kembang Anak?” sukses digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (24/8/2025).
Lebih dari 200 peserta hadir, mulai dari orang tua, guru, tenaga kesehatan, komunitas, hingga pelaku UMKM.
Acara yang mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, ini menghadirkan tiga narasumber nasional: Dr. Nilla Mayasari, M.Kes., Sp.K.F.R., Ped. (K); Arif Kurniawan, SST. FT, FTR., M.Si.; dan Desi Wulandari, Amd. Ft.
Direktur Orthotrimedical Care Center selaku penyelenggara, Triwanto, menjelaskan seminar ini digelar karena meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak penggunaan gadget yang tidak terkontrol pada anak.

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Terima Itjen Kemendagri Gelar Pengawasan Peningkatan PAD

“Paparan layar berlebihan bisa memengaruhi motorik, bahasa, kognitif, hingga kesehatan postural. WHO bahkan merekomendasikan anak usia 2–5 tahun tidak lebih dari satu jam per hari, dan anak di bawah dua tahun sebaiknya tidak terpapar sama sekali,” ungkapnya.
Dr. Nilla menekankan anak dengan screen time berlebih rentan mengalami keterlambatan bicara, masalah perilaku, dan kesulitan fokus di sekolah.
Sementara Arif Kurniawan menyoroti peningkatan kasus gangguan muskuloskeletal pada anak akibat posisi tubuh yang salah saat menggunakan gadget. Ia mengingatkan pentingnya aktivitas motorik kasar seperti berlari, melompat, dan bermain di luar rumah.
Adapun Desi Wulandari memberi tips praktis melalui pola 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, anak diajak melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk menjaga kesehatan mata.
Selain seminar, kegiatan ini juga dimeriahkan penampilan anak-anak berkebutuhan khusus dan bazar UMKM lokal, termasuk produk karya mereka. Menurut Triwanto, hal ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kemandirian ekonomi masyarakat dan penghargaan atas potensi anak-anak istimewa.
Ia menambahkan, acara ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan sejumlah komunitas, antara lain KOADS (Komunitas Anak Down Syndrome Makassar), Forkesi (Forum Keluarga Special Indonesia), dan POAAM (Perhimpunan Orang Tua Anak Autism Makassar).
“Seminar ini menjadi pengingat bahwa gadget hanyalah alat bantu, bukan pengganti interaksi nyata. Kami berharap orang tua semakin aktif mendampingi anak melewati masa emasnya,” kata Triwanto.