Serapan Anggaran Rendah, Bupati Maros Ancam Evaluasi Kadis dan Kabid

Bupati Maros, Chaidir Syam (tengah) saat memimpin rapat koordinasi bersama para OPD. (ist)
menitindonesia, MAROS – Bupati Maros, Chaidir Syam, melayangkan peringatan keras kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mencatat serapan anggaran rendah menjelang akhir tahun 2025.
Tiga dinas yang menjadi sorotan yakni Dinas PUTRPP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pendidikan.
Peringatan itu disampaikan Chaidir saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh OPD di Kantor Bupati Maros, Jumat (28/11/2025).
Ia menegaskan akan mengevaluasi kinerja pimpinan dinas apabila serapan anggaran tetap rendah hingga waktu efektif pekerjaan yang hanya tersisa sekitar 20 hari.
“Kita akan evaluasi mulai dari Kadis dan Kabidnya jika memang tidak mampu menjalankan programnya,” tegas Chaidir.
Ia juga menyinggung agar OPD yang tidak mampu menyerap anggaran sebaiknya tidak memaksakan diri. “Harusnya kalau tidak mampu mengelola anggaran, serahkan saja ke OPD lain,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkab Maros Borong 3 Penghargaan Nasional dalam Sehari, Apa-apa Saja?
Berdasarkan laporan evaluasi, serapan anggaran Pemkab Maros secara keseluruhan baru mencapai 86 persen hingga akhir November. Sementara realisasi belanja masih berada di angka 73 persen.
Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, memaparkan rincian OPD yang mencatat serapan terendah. Dinas Perhubungan menjadi yang paling minim dengan realisasi baru 30 persen.
“Rendahnya realisasi disebabkan satu kegiatan kontraktual yang baru rampung pada Desember. Tapi kita optimis selesai sampai 100 persen,” katanya.
Dinas PUTRPP mencatat serapan 47,9 persen, namun dinilai masih sesuai dengan alur pengerjaan dan diperkirakan mampu mencapai penyelesaian penuh. Sementara Dinas Pendidikan baru menyerap 54 persen anggaran.
Banyaknya kegiatan yang baru masuk dalam perubahan anggaran membuat pelaksanaan efektif hanya berjalan dua bulan terakhir. “Mereka menjanjikan minggu depan kontrak mulai selesai. Pekerjaannya kecil-kecil seperti rehab toilet dan jamban sekolah, tapi paketnya banyak,” jelas Davied.
khusus Dinas Pendidikan, Davied menegaskan ada kegiatan yang masih terhambat di tahap perencanaan. “Hasil rapat kita menunjukkan ada sekitar Rp1 miliar yang kemungkinan tidak bisa diserap oleh Dinas Pendidikan tahun ini,” ungkapnya.
Dari sisi pendapatan daerah, Davied menyebut realisasinya sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan menembus 96 persen pada akhir tahun. Ia tetap optimistis capaian belanja bisa mencapai target 94 persen. “Ini sudah sesuai harapan kita,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Maros, Andi Wandi Patabai, memilih tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi wartawan terkait capaian serapan OPD yang dipimpinnya.