Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Luncurkan Program Sejuta Vaksin untuk ASN: Percepat Eliminasi Kanker Serviks 2030

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar saat meluncurkan Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
  • BPOM bersama Korpri Nasional meluncurkan Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN sebagai langkah besar mempercepat eliminasi kanker serviks di Indonesia. Dengan 57% ASN adalah perempuan, vaksinasi HPV ini menjadi strategi preventif nasional menuju Indonesia Bebas Kanker Serviks 2030.
menitindonesia, JAKARTA — Upaya Indonesia mencegah kanker serviks memasuki babak baru. Pada Jumat (28/11/2025), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Dewan Pengurus Korpri Nasional resmi meluncurkan Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN, dalam sebuah Stadium General di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri Wakil Menteri Kesehatandr. Benjamin Paulus Octavianus; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi; Ketua Umum Korpri Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh; dan sejumlah perwakilan kementerian/lembaga.
BACA JUGA:
GROW BPOM Bogor Raih Inovasi Nasional, Prof Taruna Ikrar: Prestasi Ini Harus Menular ke Seluruh Indonesia!
Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menegaskan bahwa program ini merupakan gerakan nasional untuk melindungi perempuan Indonesia, dimulai dari para Aparatur Sipil Negara.
“Melindungi perempuan Indonesia dari kanker serviks adalah ikhtiar besar. ASN harus menjadi teladan,” ujar Prof. Taruna.

Momentum Strategis: Keteladanan ASN untuk Kesehatan Preventif

Dalam sambutannya, Prof. Taruna menyampaikan bahwa peluncuran program sejuta vaksin ini merupakan tonggak penting dalam penguatan layanan kesehatan preventif sesuai visi Asta Cita Presiden.
Dengan jumlah ASN mencapai 4,7 juta pegawai dan 57% di antaranya perempuan, vaksinasi HPV untuk ASN dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat eliminasi kanker serviks. Selain melindungi diri sendiri, ASN yang tervaksin menjadi contoh nyata bagi masyarakat luas bahwa imunisasi adalah bagian penting dari gaya hidup sehat.
BACA JUGA:
Perpres MBG Terbit, Taruna Ikrar Tegaskan: Tugas BPOM Kian Jelas Kawal Keamanan Pangan Jutaan Anak Indonesia
“Program ini akan menurunkan risiko kanker serviks secara signifikan dan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap imunisasi nasional,” kata Prof. Taruna.
Picsart 25 11 28 14 20 15 345 11zon
Infografis

Ancaman Kanker Serviks: Data WHO yang Mengkhawatirkan

Kanker serviks masih menjadi momok dunia. WHO mencatat kanker ini sebagai kanker ke-4 paling banyak diderita perempuan di dunia. Di Indonesia, posisinya lebih mengkhawatirkan: kanker nomor dua paling banyak menyerang perempuan, dengan 36 ribu kasus baru dan 21 ribu kematian setiap tahun.
Namun para ilmuwan sepakat, salah satu pencegahan paling efektif adalah vaksin HPV. WHO menyebut vaksinasi HPV mampu mencegah 70–90% kasus kanker serviks, tergantung jenis vaksinnya.
WHO bahkan memasukkan eliminasi kanker serviks sebagai target global 2030, yang dikenal dengan strategi 90-70-90: 90% perempuan usia 9–15 tahun divaksin HPV lengkap, 70% perempuan usia 35 dan 45 menjalani skrining, 90% perempuan dengan lesi pra-kanker mendapat pengobatan tepat.
Program sejuta vaksin untuk ASN ini menjadi bagian dari upaya nasional mempercepat tercapainya target tersebut.

BPOM Pastikan Keamanan: Enam Vaksin HPV Sudah Disetujui

Prof. Taruna menegaskan bahwa keamanan, mutu, dan khasiat vaksin merupakan prioritas utama BPOM. Tidak ada vaksin yang boleh beredar tanpa melalui evaluasi ilmiah ketat.
Hingga kini, BPOM telah menyetujui enam jenis vaksin HPV, yaitu: Bivalen: Cervarix, Cecolin, Vaceta, Tetravalen: Gardasil, Nusagard dan Nonavalen: Gardasil 9.
BPOM juga mengawasi rantai distribusi vaksin termasuk cold chain, memastikan vaksin tetap bermutu setibanya di tangan masyarakat.
Selain itu, BPOM memiliki sistem post-market surveillance dan farmakovigilans untuk memantau keamanan vaksin setelah digunakan, serta aktif melakukan edukasi publik berbasis data.
Di akhir sambutannya, Prof. Taruna mengajak seluruh ASN dan masyarakat berpartisipasi dalam gerakan besar ini. “Kanker serviks dapat dicegah. Vaksin HPV adalah intervensi yang terbukti efektif. Mari sukseskan program Sejuta Vaksin ASN untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kanker Serviks 2030,” tegasnya.
Program sejuta vaksin ini bukan hanya perlindungan bagi ASN, tapi juga simbol langkah maju Indonesia dalam kesehatan perempuan. Dari Jakarta, sebuah gerakan nasional kini dimulai. (AE)