menitindonesia, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kian mematangkan rencana pembangunan Kampung Haji Republik Indonesia di Kota Suci Makkah. Kawasan khusus jemaah Indonesia itu akan dilengkapi akses langsung ke Masjidil Haram melalui terowongan khusus, sehingga memudahkan mobilitas jemaah saat menunaikan ibadah haji dan umrah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Kampung Haji RI akan dibangun di atas lahan seluas hampir 60 hektare dengan jarak sekitar 1 hingga 3 kilometer dari Ka’bah. Jarak tersebut jauh lebih dekat dibandingkan pemondokan jemaah Indonesia selama ini.
“Nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” ujar Nasaruddin kepada wartawan dikutip pada Kamis (5/2/2026).
Menurut Nasaruddin, proyek strategis ini mendapat perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Bahkan, rencana Kampung Haji RI kerap dibahas Presiden dalam berbagai pertemuan dengan organisasi masyarakat Islam.
Ia menilai, kedekatan hubungan diplomatik Presiden Prabowo dengan Kerajaan Arab Saudi menjadi faktor kunci terealisasinya proyek tersebut.
“Alhamdulillah, karena Bapak Presiden mempunyai hubungan yang dekat dengan Raja, sehingga kita diberikan kesempatan dan sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin mengungkapkan, Indonesia mencatat sejarah baru dalam proyek ini. Untuk pertama kalinya, sebuah negara asing diberi izin memiliki properti di Kota Makkah dan Madinah, wilayah yang sebelumnya tertutup bagi kepemilikan asing.
“Ini karena keakraban Presiden kita dengan MBS (Mohammed bin Salman), sehingga Indonesia menjadi negara pertama yang diberikan kesempatan membeli properti di Makkah dan Madinah,” ujarnya.
Langkah tersebut bahkan mendorong perubahan regulasi di Arab Saudi. Pemerintah setempat kini resmi membuka peluang kepemilikan tanah, hotel, dan properti lainnya bagi pihak asing di dua kota suci tersebut.
“Sebelumnya hanya Riyadh dan Jeddah yang boleh. Makkah dan Madinah tertutup. Sekarang sudah resmi dibuka,” jelas Nasaruddin.
Sebagai tahap awal, pemerintah Indonesia telah membeli lahan seluas 5 hektare serta sebuah hotel berkapasitas 1.460 kamar yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Area ini akan dikembangkan menjadi Kompleks Haji Indonesia.
Ke depan, kawasan tersebut direncanakan dilengkapi 13 menara dengan total 6.025 kamar yang mampu menampung 4.383 jemaah haji.
Selain terowongan, akses jemaah ke Masjidil Haram juga akan diperkuat melalui pembangunan Jembatan Al-Hujun. Hal ini disampaikan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani.
“Jembatan Al-Hujun atau Al-Hujun Tunnel ditargetkan selesai pada 2026,” ujar Rosan di Istana, Jakarta, 17 Desember 2025.
Rosan menambahkan, lokasi Kampung Haji RI akan jauh lebih dekat dibandingkan pemondokan jemaah Indonesia selama ini yang umumnya berjarak 4,5 hingga 6 kilometer dari Masjidil Haram.