DPRD Makassar Minta Orang Tua Awasi Anaknya Main Tembak-tembakan

Jajaran Polsek Manggala berhasil mengamankan sejumlah remaja yang bermain tembak-tembakan yang meresahkan warga. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Fenomena permainan tembak-tembakan menggunakan pistol mainan jenis omega yang marak di Kota Makassar mulai menuai sorotan. Aktivitas tersebut dinilai meresahkan karena kerap dilakukan di ruang publik hingga memicu kemacetan lalu lintas.
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak agar permainan tersebut tidak disalahgunakan.
Menurutnya, permainan pistol mainan sebenarnya tidak menjadi persoalan jika dilakukan secara wajar di lingkungan rumah. Namun jika dimainkan di jalan raya atau digunakan untuk menakuti orang lain, aktivitas tersebut dapat membahayakan dan mengganggu ketertiban umum.
“Peran orang tua sangat penting memberikan edukasi kepada anak-anak. Bermain pistol mainan di rumah mungkin tidak masalah, tapi jangan digunakan untuk menakuti orang atau melakukan perang-perangan yang bisa membahayakan orang lain,” katanya, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA:
Wali Kota Makassar Salat Tarawih Bersama Warga Rajawali, Pasar Murah Ramadan Segera Digelar

Ia menilai maraknya permainan tembak-tembakan di ruang publik perlu menjadi perhatian bersama. Selain berisiko menimbulkan cedera, aktivitas tersebut juga dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Di sisi lain, Andi Hadi menilai Kota Makassar sebenarnya telah memiliki sejumlah fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk beraktivitas, seperti ruang terbuka hijau (RTH) dan berbagai fasilitas umum lainnya.
Namun ia mengakui aktivitas yang berkembang di ruang-ruang tersebut masih didominasi kegiatan olahraga, sementara wadah kegiatan lain bagi anak muda dinilai belum merata hingga ke tingkat lingkungan.
Karena itu, ia mendorong pemerintah dan masyarakat menghadirkan lebih banyak kegiatan positif bagi generasi muda agar mereka memiliki ruang penyaluran aktivitas yang lebih terarah.
“Fasilitas publik sebenarnya sudah ada, seperti ruang terbuka hijau dan fasilitas umum lainnya. Tapi kegiatan untuk anak muda masih perlu diperbanyak agar mereka punya wadah aktivitas yang positif,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menyoroti fenomena tersebut. Ia menyebut permainan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan yang dilakukan sambil berkendara di jalan berpotensi membahayakan keselamatan.
Aksi menggunakan pistol mainan jenis omega, yang menembakkan peluru plastik hingga jeli, diketahui marak terjadi di Makassar selama bulan Ramadan.
Munafri menegaskan permainan tersebut seharusnya dilakukan di lokasi yang semestinya, bukan di jalan raya yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Fenomena ini harus segera diselesaikan karena sudah mulai meresahkan dan berpotensi merugikan masyarakat,” tegasnya.