Hilma (31) mantan bidan pemilik usaha kue rumahan Ayra Cake di Kecamatan Marusu. (ist)
menitindonesia, MAROS – Menjelang Hari Raya Idulfitri, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merasakan berkah Ramadan. Permintaan hampers kue lebaran melonjak tajam hingga membuat sejumlah pelaku usaha kewalahan memenuhi pesanan.
Salah satunya dialami Hilma (31), pemilik usaha kue rumahan Ayra Cake yang berlokasi di Kecamatan Marusu, Maros. Sejak awal Ramadan, dapur produksinya hampir tidak pernah berhenti memproduksi kue kering untuk memenuhi pesanan hampers.
Hilma mengatakan lonjakan pesanan tahun ini meningkat signifikan dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah tahun ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu sekitar 300 paket, sekarang bisa sampai 1.000 paket selama Ramadan,” ujarnya.
Hampers yang diproduksi terdiri dari dua jenis, yakni paket reguler dan paket premium. Paket reguler dijual mulai Rp65 ribu, sementara paket premium dibanderol mulai Rp150 ribu.
Untuk pilihan kue, Ayra Cake menyediakan lebih dari 20 varian, dengan nastar dan cokelat stik menjadi favorit pelanggan.
Dengan meningkatnya permintaan tersebut, omzet yang diperoleh dari penjualan hampers lebaran dapat mencapai jutaan rupiah setiap hari.
Hilma menuturkan usaha kue rumahan ini telah ia rintis sejak 2015. Sebelumnya ia bekerja sebagai tenaga honorer dengan profesi bidan. Namun setelah berkeluarga, ia memutuskan fokus mengembangkan usaha rumahan.
Tidak hanya untuk menambah penghasilan keluarga, usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini ia mempekerjakan belasan orang, sebagian besar merupakan keluarga dan tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.
“Awalnya memang ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar rumah,” kata Hilma.
Kini usaha Ayra Cake tidak hanya berkembang di Maros, tetapi juga telah memiliki cabang di Kabupaten Pangkep. Bahkan, pesanan hampers lebaran produksinya sudah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk hingga Papua.
Untuk menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan, usaha tersebut juga telah mengantongi sertifikat halal serta izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hilma berharap meningkatnya permintaan hampers setiap Ramadan dapat membuat usahanya terus berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.