Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang di Balai Kota. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Penataan kawasan pelabuhan di Makassar terus digenjot. Pemerintah Kota Makassar menggandeng PT Pelabuhan Indonesia (Persero) untuk menghadirkan kawasan pelabuhan yang lebih tertib, modern, dan terintegrasi.
Komitmen itu ditegaskan Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, saat bertemu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota, Rabu (8/4/2026).
Farid memastikan Pelindo siap mendukung penuh program strategis Pemkot, termasuk pembenahan area pelabuhan hingga penertiban parkir liar di luar kawasan.
“Kami siap bersinergi, termasuk dalam penataan parkir truk agar operasional logistik lebih tertata dan nyaman,” ujarnya.
Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan Taman Km 0 yang digadang-gadang menjadi wajah baru Pelabuhan Makassar.
“Ini akan menjadi ikon dan etalase kawasan pelabuhan ke depan,” katanya.
Selain itu, pengembangan kawasan Makassar New Port (MNP) juga menjadi fokus. Sejumlah rencana disiapkan, mulai dari penyediaan layanan air bersih hingga penataan buffer area untuk mengurai kemacetan saat aktivitas logistik padat.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sistem transportasi pelabuhan yang terintegrasi dengan kota.
Pelindo juga mendorong optimalisasi program tanggung jawab sosial di sekitar pelabuhan sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat.
Dalam jangka panjang, pengembangan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar juga disiapkan, termasuk rencana menjadikannya terminal kendaraan (car terminal) dan terminal curah.
Tak hanya itu, konsep terminal penumpang akan dirombak menjadi lebih modern dengan standar layanan menyerupai bandara.
“Harapannya, masyarakat mendapat pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” jelas Farid.
Sementara itu, Munafri menyambut baik dukungan Pelindo, khususnya dalam pembangunan Taman Km 0 yang diharapkan menjadi ruang publik sekaligus ikon baru kota.
“Taman ini bukan hanya memperindah kawasan, tapi juga menjadi simbol kolaborasi pemerintah dan BUMN,” ujarnya.
Ia menambahkan, penataan parkir truk menjadi langkah krusial untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik.
Dengan sinergi ini, kawasan pelabuhan Makassar ditargetkan berkembang menjadi pusat logistik modern di Indonesia Timur yang tertib, terintegrasi, dan berdaya saing.
“Sekaligus memberi dampak nyata bagi ekonomi dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.