Din Syamsuddin: Tuduhan ke Jusuf Kalla Tak Berdasar, Siap Tempuh Jalur Hukum

Mantan ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tingkat pusat mendatangi kediaman Jusuf Kalla di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026) malam.
Pertemuan itu digelar di tengah polemik dugaan penistaan agama yang dikaitkan dengan ceramah Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM saat Ramadan.
Juru bicara pertemuan, Din Syamsuddin, menyebut silaturahmi tersebut dilandasi keprihatinan atas berkembangnya isu yang dinilai tidak utuh.
“Yang beredar itu potongan video sekitar 48 detik dan sangat tendensius. Ini berpotensi menimbulkan salah tafsir dan memicu perpecahan,” kata Din kepada wartawan.

BACA JUGA:
KAHMI Minta Polemik Jusuf Kalla Dihentikan, Dinilai Berpotensi Picu Perpecahan

Menurutnya, tuduhan terhadap Jusuf Kalla tidak berdasar dan justru berisiko mengganggu kerukunan antarumat beragama.
Ia juga menyoroti bahwa pembelaan terhadap Jusuf Kalla datang dari berbagai kalangan, termasuk tokoh lintas agama.
Din mengungkapkan, sejumlah advokat dari ormas Islam tengah menyiapkan langkah hukum terhadap pihak yang diduga menyebarkan potongan video tersebut.
“Langkah ini untuk menegakkan keadilan, bukan sekadar membela individu,” tegasnya.
Ia menambahkan, Jusuf Kalla dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga perdamaian, termasuk dalam penyelesaian konflik di Poso dan Ambon.
Di akhir pernyataannya, Din mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum utuh.
“Kami mengajak semua pihak menjaga kerukunan dan tidak terjebak pada narasi yang bisa memecah belah,” pungkasnya.