Puluhan remaja terduga pelaku kekerasan jalanan diamankan oleh tim gabungan Polsek Mandai dan Polres Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Aksi nekat sekelompok remaja yang diduga geng motor di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berujung penangkapan. Sebanyak 28 orang diamankan setelah berani mengancam petugas menggunakan senjata tajam jenis busur panah saat patroli berlangsung, Sabtu malam (2/5/2026).
Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Polsek Mandai dan Satreskrim Polres Maros saat menggelar patroli rutin untuk mengantisipasi balapan liar dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Alih-alih membubarkan diri, para remaja yang diduga tengah berpesta minuman keras justru melakukan perlawanan. Bahkan, beberapa di antaranya mencabut busur panah dan mengarahkannya ke petugas.
“Saat petugas mendatangi lokasi, mereka sedang pesta miras. Ketika akan diamankan, justru saling memprovokasi untuk menyerang. Beberapa pelaku bahkan sudah mengarahkan busur panah ke arah petugas,” ujar Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, Seni (4/5/2026).
Petugas yang sigap, dibantu warga sekitar, berhasil mengamankan para pelaku sebelum situasi semakin memburuk.
Dari lokasi pertama, polisi mengamankan 23 remaja. Sementara di lokasi lain di Jalan Mamminasata, lima remaja tambahan turut diamankan dengan dugaan keterlibatan dalam kelompok yang sama.
“Total ada 28 orang yang kami amankan dari dua lokasi berbeda. Mereka didominasi anak di bawah umur,” jelasnya.
Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berbahaya, di antaranya busur panah lengkap dengan anak panah, senjata tajam jenis samurai, botol minuman keras, serta belasan sepeda motor tanpa dokumen resmi dan menggunakan knalpot brong.
AKP Ahmad menegaskan, pihak kepolisian tidak akan mentolerir aksi premanisme, apalagi yang sudah mengarah pada ancaman terhadap keselamatan jiwa.
“Kami tidak akan beri toleransi. Ini sudah membahayakan petugas dan masyarakat. Semua pelaku akan diproses sesuai hukum, termasuk yang masih di bawah umur dengan melibatkan orang tua,” tegasnya.
Saat ini, seluruh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Maros. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi kriminal lainnya.
Pihak kepolisian turut mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi serupa.