Terkait Isu Kudeta, Kamhar Lakumani Sarankan Dewan Kehormatan Partai Demokrat Pecat Kader Kablinger

Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. (Foto: Ist)
Pecat pelacur kekuasaan – Kader aktif Partai Demokrat yang saat ini menjadi Anggota DPR RI yang turut mendalangi gerakan kudeta diduga Jhonny Allen. “Kami minta Mahkamah Partai dan Dewan Kehormatan memecat para pelacur kekuasaan di Partai Demokrat,” kata Kamhar Lakumani.
menitindonesia, JAKARTA – Setelah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut ada kader aktif yang turut mendalangi gerakan kudeta terhadap kepengurusannya, dan kader tersebut senior yang kini menjadi legislator. Yang dimaksud AHY itu diduga Jhonny Allen Marbun, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.
Wakil Sekretaris DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani berharap Mahkamah Partai dan Dewan Kehormatan Partai Demokrat mengambil tindakan tegas kepada mereka yang terlibat gerakan kudeta partai. Kamhar juga mengecam Jenderal TNI Purn Moeldoko yang diduga sebagai dalang dari isu kudeta itu.
“Kami minta pemecatan kepada kader keblinger yang menjadi pelacur kekuasaan ini,” ucap Kamhar.
Kamhar juga mengutuk sikap tidak kesatria dari Jenderal (purn) Moeldoko yang saat ini menjabat kepala Kantor Staf Presiden untuk mengambil alih secara paksa kepemimpinan Partai Demokrat. “Ini bukan cermin sikap seorang perwira, yang menghalalkan segala cara dan mempertontonkan arogansi kekuasaan dan uang untuk merebut paksa Partai Demokrat,” ujar Kamhar.
Kamhar mengaku tidak heran jika Moeldoko diduga terlibat isu kudeta Partai Demokrat. Dia menyinggung rekam jejak Moeldoko.
“Sebenarnya tidak mengherankan jika melihat rekam jejak Moeldoko pasca purna-tugas dari TNI. Moeldoko pernah merebut paksa Ketum HKTI dari Prabowo Subianto. Sekarang mau mengusik Mas AHY. Maaf, Partai Demokrat ini bukan kaleng-kaleng yang mudah diterabas,” kata dia.
Sementara itu, Moeldoko mengklarifikasi dan meminta agar isu kudeta Partai Demokrat tidak dikaitkan dengan istana. Dia meminta agar Presiden Jokowi tidak diganggu dalam isu ini.
“Dalam hal ini, saya mengingatkan sekali lagi jangan dikit-dikit istana, jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini,” kata Moeldoko dalam jumpa pers daring, Senin (1/2). (andi ade zakaria)