392 Jemaah Haji Tiba di Makassar, Gubernur Sulsel Pesan Tinggalkan Kebiasaan Buruk

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat menyambut jemaah haji kloter 21 asal Makassar di asrama haji Sudiang. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut kepulangan 392 jemaah haji Kloter 21 Debarkasi Makassar yang berasal dari Kabupaten Soppeng, Enrekang, dan Gowa di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (16/6/2026).
Kedatangan ratusan jemaah tersebut disambut penuh syukur setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
Dalam penyambutan itu, Andi Sudirman didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel Ali Yafid, Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel sekaligus Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar Ikbal Ismail, serta Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle.
Di hadapan para jemaah, Andi Sudirman mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur saat berada di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Bantu Pengobatan Balkis, Remaja yang Hanya Bisa Makan Lewat Selang

“Salah satu ciri haji mabrur adalah ketika seseorang yang sebelumnya masih malas ke masjid, setelah berhaji menjadi rajin beribadah dan istiqamah hingga akhir hayatnya,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, ibadah haji harus menjadi titik balik untuk memperbaiki diri, meninggalkan kebiasaan buruk, dan memperkuat amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepulang dari Tanah Suci, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dibanding sebelum berhaji. Tinggalkan kebiasaan buruk dan perkuat kebiasaan baik yang telah diperoleh selama menjalankan ibadah haji,” katanya.
Andi Sudirman juga mengajak para jemaah untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan menyebarkan pesan-pesan positif dan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan.
Ia menilai para haji memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi panutan sekaligus inspirasi bagi masyarakat.
“Rutinlah menyampaikan pesan-pesan yang baik, baik di media sosial maupun di lingkungan sekitar. Jadilah penyebar nilai-nilai agama yang menyejukkan dan membawa manfaat bagi sesama,” pesannya.
Selain itu, Gubernur Sulsel mendorong para jemaah agar semakin dekat dengan Al-Qur’an sebagai salah satu cara menjaga kualitas ibadah setelah berhaji.
“Paling tidak dalam sehari bisa menyelesaikan satu juz. Ini menjadi bagian dari upaya menjaga kemabruran haji yang telah diraih,” ujarnya.
Andi Sudirman berharap seluruh jemaah yang telah kembali dari Tanah Suci dapat menjadi contoh dalam memperkuat keimanan, akhlak, dan kehidupan sosial di tengah masyarakat.
“Semoga kloter ini menjadi percontohan dengan karakter iman yang lebih baik dan perilaku yang lebih baik pula di masyarakat. Setelah kembali ke kampung masing-masing, teruslah menyiarkan pesan-pesan agama dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” tuturnya.
Berdasarkan data manifest Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, jumlah jemaah Kloter 21 Debarkasi Makassar tercatat sebanyak 392 orang. Dari jumlah tersebut, 274 orang merupakan jemaah perempuan dan 118 orang laki-laki.