DPRD Makassar Gandeng Kecamatan Panakkukang Edukasi Warga Kelola Sampah Organik

Anggota DPRD Makassar, Muhammad Nasir Rurung saat menghadiri Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2026 Angkatan V yang digelar di Hotel Grand Town Makassar, Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Nasir Rurung, yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Panakkukang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah organik secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Nasir Rurung menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar persoalan lingkungan dapat ditangani secara optimal.
“Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika dimanfaatkan dengan tepat,” ujarnya.

BACA JUGA:
DPRK Yahukimo Studi Banding ke DPRD Makassar, Dalami Perda hingga Pengelolaan Anggaran

Politisi tersebut menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Karena itu, edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat lingkungan dan rumah tangga.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas berbagai aspek pengelolaan sampah dan pembangunan budaya sadar lingkungan.
Camat Panakkukang, Syahril, memaparkan berbagai strategi pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan masyarakat. Ia menjelaskan, sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi kompos maupun produk bermanfaat lainnya.
“Jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat mengurangi beban TPA secara signifikan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Syahril.
Sementara itu, Lurah Karuwisi Utara, Nurul Muchlisa, menyoroti pentingnya membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Ia mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah sederhana namun berdampak besar terhadap kebersihan lingkungan.
“Budaya memilah sampah harus dimulai dari keluarga. Ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Diskusi yang dipandu moderator Ir. Mukbil M. Nur berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman dan berbagai persoalan pengelolaan sampah yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.
Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan informasi praktis mengenai teknik pengolahan sampah organik, manfaat daur ulang, hingga peluang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dua tahap. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari pengelolaan sampah skala rumah tangga hingga strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah dan DPRD Kota Makassar berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat. Dengan keterlibatan aktif warga, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Makassar diyakini dapat tercapai.