Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, TNI Kerahkan Hercules hingga KRI

menitindonesia, NTT — Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Personel TNI langsung dikerahkan ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu proses evakuasi dan penanganan warga. TNI juga menyiapkan pesawat Hercules dan kapal perang KRI untuk mendukung mobilisasi personel maupun distribusi logistik.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan sarana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
“TNI mengerahkan Hercules dan KRI untuk membantu penanganan bencana serta mendukung kebutuhan masyarakat terdampak,” kata Nas dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8).
Pasukan yang telah dikerahkan berasal dari Kodim 1603/Sikka, Kodim 1612/Manggarai, Kodim 1602/Ende, serta Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.
Mereka ditugaskan membantu proses evakuasi sekaligus penanganan masyarakat yang terdampak gempa.

BACA JUGA:
Gempa Guncang NTT, Pemerintah Pusat Siagakan Bantuan dari Jakarta

TNI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas dan sejumlah instansi terkait agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Sementara itu, jumlah korban akibat gempa terus bertambah. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan hingga pukul 15.00 WIB tercatat 38 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan. Sekitar 2.000 warga juga mengungsi atau melakukan evakuasi secara mandiri.
Sebelumnya, data BNPB pada pukul 12.30 WIB mencatat 14 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut kemudian bertambah seiring proses pencarian dan pendataan di lapangan.
Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Data sementara mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang dan 11 rumah rusak ringan.
Kerusakan turut terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah dan enam kantor pemerintahan.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah yang dilaporkan mengalami dampak paling signifikan, disusul Kabupaten Manggarai Timur. Data korban dan kerusakan masih dalam proses verifikasi dan validasi sehingga masih dapat berubah.
Pemerintah juga bergerak mengaktifkan posko penanggulangan bencana sebagai pusat koordinasi penanganan gempa.
Suharyanto mengatakan evakuasi warga yang diduga masih terjebak di bangunan runtuh menjadi prioritas utama. Tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
“ Ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan, ada yang terjebak di beberapa bangunan, ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana,” ujar Suharyanto.
Setelah proses pencarian dan evakuasi, pemerintah akan memprioritaskan pemulihan akses transportasi dan komunikasi di wilayah terdampak.
Kementerian Pekerjaan Umum akan mengerahkan personel dan alat berat untuk membuka akses jalan yang terganggu, termasuk jalur yang tertutup material longsor akibat gempa.
Untuk komunikasi, pemerintah sejauh ini belum menerima laporan mengenai gangguan jaringan telepon seluler di wilayah terdampak. Namun, pemerintah telah menyiapkan jaringan komunikasi cadangan berbasis satelit jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Untuk jalur-jalur komunikasi, sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, kemudian telepon, apakah ini terganggu. Tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan,” jelas Suharyanto.
Pemerintah memastikan penanganan gempa terus dilakukan dengan mengutamakan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan warga terdampak, serta pemulihan akses yang terganggu akibat bencana.