Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M. Ferdiansyah. (Ist)
menitindonesia, MAROS — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros menunjukkan tren positif pada lima bulan pertama 2026. Hingga akhir Mei, realisasi PAD telah mencapai sekitar Rp140 miliar atau lebih dari 40 persen dari target Rp347 miliar tahun ini.
Dua organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi motor utama penyumbang pendapatan daerah, yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros dan RSUD dr La Palaloi.
Bapenda Maros mencatatkan penerimaan sebesar Rp93 miliar atau 38,55 persen dari target Rp243 miliar yang dibebankan pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bapenda Maros, M Ferdiansyah, mengatakan berbagai strategi terus dilakukan untuk menggenjot penerimaan daerah sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas akses pembayaran pajak melalui sistem digital serta mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Kami terus mendorong pembayaran melalui QRIS. Selain itu, kami juga membuka loket tambahan pembayaran PBB di kantor-kantor kecamatan untuk memudahkan masyarakat,” kata Ferdiansyah, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, hampir seluruh sektor pajak daerah mengalami pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, terdapat satu sektor yang realisasinya masih jauh dari target, yakni pajak sarang burung walet.
Hingga Mei 2026, penerimaan dari sektor tersebut baru mencapai Rp1,5 juta atau masih sangat jauh dari target Rp30 juta.
“Kendala utamanya karena banyak wajib pajak yang tidak berdomisili di lokasi usaha sehingga proses penagihan tidak mudah,” ujarnya.
Selain Bapenda, RSUD dr La Palaloi juga menjadi kontributor besar terhadap PAD Kabupaten Maros. Rumah sakit milik pemerintah daerah itu telah membukukan pendapatan sekitar Rp28 miliar atau 46 persen dari target Rp60 miliar tahun ini.
Secara keseluruhan, capaian PAD Maros hingga Mei 2026 telah mencapai sekitar Rp140 miliar dari target Rp347 miliar.
“Semoga bulan depan realisasi PAD sudah bisa menyentuh angka 50 persen,” kata Ferdiansyah.
Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, menilai capaian PAD saat ini masih berada di jalur yang sesuai target.
Menurutnya, dengan posisi realisasi yang baru dihitung hingga Mei, tren penerimaan daerah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
“Ini baru sampai Mei. Mudah-mudahan dalam waktu dekat realisasinya sudah bisa mencapai 50 persen,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maros itu menegaskan pemerintah daerah menargetkan realisasi PAD pada semester pertama tahun 2026 minimal dapat mencapai setengah dari target yang telah ditetapkan.
Dengan tren pertumbuhan yang terus bergerak positif, Pemkab Maros optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai sekaligus menjadi modal penting dalam mendukung pembiayaan program pembangunan dan pelayanan publik.