Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakilnya, Fatmawati Rusdi saat melakukan Ground breaking Proyek Irigasi Rp120 Miliar. (ist)
menitindonesia, LUWU – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memulai pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa di Kabupaten Luwu. Proyek yang telah lama dinantikan petani itu ditandai dengan groundbreaking dan peletakan batu pertama di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Sabtu (4/7/2026).
Pembangunan irigasi tersebut menjadi bagian dari Paket 4 Program Multiyears Project (MYP) rehabilitasi daerah irigasi Pemprov Sulsel dengan nilai anggaran sekitar Rp120 miliar. Program ini mencakup delapan daerah irigasi yang tersebar di Kabupaten Enrekang, Luwu, Toraja Utara, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Dalam kegiatan itu, Andi Sudirman didampingi Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu Patahuddin, Wali Kota Palopo Naili Trisal, anggota DPRD Sulsel, serta disaksikan ratusan warga dan petani setempat.
Andi Sudirman mengatakan rehabilitasi jaringan irigasi ini menjadi langkah strategis pemerintah provinsi untuk mengembalikan fungsi saluran yang selama bertahun-tahun tidak beroperasi optimal. Kondisi tersebut selama ini berdampak pada produktivitas pertanian masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai pembangunan irigasi Lengkong Pini dan Makawa. Selama sekitar tujuh tahun, sebagian besar kawasan irigasi ini tidak lagi dialiri air karena jaringan irigasinya belum dikerjakan. Kini kita mulai membangunnya secara bertahap hingga tuntas,” kata Andi Sudirman.
Menurutnya, rehabilitasi Daerah Irigasi Lengkong Pini nantinya akan mengairi sekitar 300 hektare lahan pertanian. Sementara Daerah Irigasi Makawa juga diproyeksikan melayani sekitar 300 hektare sawah milik masyarakat.
Dengan selesainya proyek tersebut, sedikitnya 600 hektare lahan pertanian akan kembali mendapatkan suplai air yang memadai untuk mendukung peningkatan produksi pertanian.
Namun demikian, Andi Sudirman menyebut potensi pengembangan kawasan irigasi tersebut masih jauh lebih besar. Ketersediaan sumber air yang melimpah memungkinkan cakupan layanan diperluas hingga ribuan hektare lahan pertanian di masa mendatang.
“Pembangunan ini bukan hanya menyelesaikan persoalan irigasi yang telah lama terbengkalai, tetapi juga membuka peluang peningkatan luas layanan irigasi karena potensi sumber airnya sangat baik,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan sektor irigasi menjadi salah satu fokus utama Pemprov Sulsel dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Ketersediaan air yang cukup dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan.
Karena itu, Andi Sudirman berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai target dan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Semoga pembangunan daerah irigasi ini segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi para petani. Mari kita awasi bersama proses pembangunannya agar hasilnya benar-benar berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Rehabilitasi irigasi Lengkong Pini dan Makawa menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan pertanian produktif di Kabupaten Luwu, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.