Wakil ketua II DPRD Maros, Nurwahyuni Malik. (ist)
menitindonesia, MAROS — Siapa sangka, perempuan yang selama puluhan tahun menghabiskan hidupnya di Papua kini menjadi salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Maros.
Adalah Nurwahyuni Malik, Wakil Ketua II DPRD Maros, yang mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan terjun ke dunia politik, apalagi menjadi wakil rakyat di kampung halamannya sendiri.
Sebelum terjun ke politik, Nurwahyuni dikenal sebagai ibu rumah tangga dan pengusaha. Bahkan, cita-cita masa kecilnya bukan menjadi politisi, melainkan seorang guru yang mengabdikan diri kepada masyarakat melalui dunia pendidikan.
“Bukan cita-cita saya menjadi anggota DPRD. Sebelumnya saya hanya ibu rumah tangga dan pengusaha. Saya lebih suka berada di balik layar. Tapi mungkin inilah takdir yang membawa saya sampai di sini,” ujar Nurwahyuni.
Lulusan bidang pendidikan itu pernah mengajar selama setahun di Papua. Baginya, profesi guru merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Namun keinginan untuk kembali ke kampung halaman setelah hampir 25 tahun merantau akhirnya mengubah arah perjalanan hidupnya.
“Sejak dulu saya memang ingin pulang kampung dan ikut membangun daerah sendiri. Selama merantau saya jarang pulang, paling hanya saat liburan. Karena itu keinginan kembali ke Maros sangat besar,” katanya.
Dorongan keluarga, terutama orang tua, menjadi salah satu alasan yang mengantarkannya masuk ke dunia politik. Ia pun menerima pinangan Partai Golkar dan pertama kali maju pada Pemilihan Legislatif 2019.
Meski berstatus pendatang baru, Nurwahyuni berhasil meraih sekitar 3.500 suara di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Turikale dan Maros Baru. Hasil itu mengantarkannya ke kursi DPRD Maros untuk pertama kalinya.
“Alhamdulillah pada periode pertama saya mendapat kepercayaan masyarakat dengan perolehan sekitar 3.500 suara,” ujarnya.
Menjelang berakhirnya masa jabatan periode tersebut, Nurwahyuni bergabung dengan Partai NasDem dan kembali maju pada Pemilu 2024 di dapil yang sama. Ia berhasil mempertahankan kursinya di DPRD Maros dan kemudian dipercaya menjabat Wakil Ketua II DPRD Maros.
“Alhamdulillah saya diberi amanah menjadi Wakil Ketua II DPRD Maros. Ini tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan baik,” katanya.
Sebagai pimpinan DPRD, Nurwahyuni mengaku akan fokus mengawal berbagai aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Turikale dan Maros Baru. Dari hasil reses yang dilakukannya, persoalan lampu jalan dan infrastruktur menjadi dua kebutuhan yang paling banyak dikeluhkan warga.
“Banyak warga meminta penambahan lampu jalan karena masih ada beberapa titik yang minim penerangan dan rawan kecelakaan. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi aspirasi yang sering disampaikan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Nurwahyuni, infrastruktur yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan warga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan. Karena tugas kami di DPRD adalah memastikan kebutuhan warga bisa mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah,” tegasnya.
Bagi Nurwahyuni, dunia politik dan dunia pendidikan memiliki kesamaan, yakni sama-sama menjadi ruang pengabdian. Jika dulu ia mengajar di dalam kelas, kini ia memilih memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kebijakan dan kerja-kerja legislatif.
“Sekarang saya mengabdi kepada masyarakat dengan cara yang berbeda. Intinya tetap sama, yaitu memberikan manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.