DPRD Makassar Optimistis Krisis Air Bisa Dicegah, Tandon hingga Mobil Tangki Disiapkan

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham saat Menghadiri Apel Siaga Bencana. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – DPRD Kota Makassar optimistis kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi meski ancaman kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah.
Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan pemerintah bersama instansi terkait, mulai dari penyediaan tandon air, distribusi menggunakan mobil tangki hingga penguatan layanan melalui pembangunan intake baru untuk memperluas jangkauan pasokan air bersih.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna meminimalkan dampak musim kemarau, khususnya di kawasan yang selama ini rentan mengalami krisis air.
“Insyaallah kita tetap optimis untuk bagaimana menjaga keberadaan air di titik tertentu di Kota Makassar,” kata Ari usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA:
Pemkot Makassar Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Target Cetak 23 Ribu Mahasiswa Siaga Bencana

Menurut Ari, keberadaan intake baru yang dimiliki Perumda Air Minum menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas distribusi air bersih. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menopang pelayanan di wilayah yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.
“Apalagi kita lihat kemarin, PDM sudah ada intake baru untuk mensupport tempat-tempat yang selama ini tidak bisa merasakan air bersih,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan jaringan perpipaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar juga menggandeng sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan.
Bantuan yang disiapkan perusahaan, kata Ari, berupa tangki dan tandon air yang akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kekeringan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika pasokan air mengalami gangguan.
“BPBD Makassar sudah banyak berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk bagaimana bisa memberikan CSR-nya dalam bentuk bantuan tangki tandon untuk diserahkan di tempat-tempat yang dianggap rawan bencana,” jelasnya.
Selain penempatan tandon air, pemerintah juga menyiapkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang membutuhkan. Skema ini menjadi langkah cepat ketika permintaan air meningkat saat musim kemarau.
“Ini adalah salah satu terobosan yang luar biasa dari teman-teman BPBD dalam rangka membantu masyarakat untuk antisipasi kekeringan,” katanya.
Meski demikian, Ari menegaskan seluruh potensi penanganan harus dimaksimalkan. Ia meminta pemerintah tidak bergantung pada satu skema semata dalam menjamin pelayanan air bersih bagi masyarakat.
DPRD juga membuka peluang penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila kondisi kekeringan berkembang menjadi situasi darurat. Menurutnya, mekanisme tersebut telah beberapa kali digunakan dalam penanganan kekeringan di Makassar.
“Itu memang dimungkinkan dan sudah pernah dilaksanakan di Makassar untuk menggunakan BTT dalam rangka penanganan kekeringan. Karena itu masuk dalam kondisi darurat, sehingga bisa dimaksimalkan,” tegas Ari.
Ia memastikan DPRD akan mendukung setiap langkah pemerintah yang bertujuan menjaga pelayanan dasar masyarakat, selama pelaksanaannya sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, apa pun itu selama masih sesuai rule dan on track, kita pasti support,” tutupnya.