Reses Legislator Maros Marjan Massere, Terima Keluhan Jalan Rusak hingga Minim Lampu Penerangan

Suasana Reses Anggota DPRD Maros, Marjan Massere di wilayah Dapilnya. (ist)
menitindonesia, MAROS — Infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Maros yang meliputi Kecamatan Tanralili, Tompobulu, dan Moncongloe.
Hal itu mengemuka saat Anggota DPRD Maros, Marjan Massere, menggelar reses masa sidang dan menyerap langsung aspirasi warga di sejumlah titik wilayah dapilnya.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan pembangunan. Perbaikan jalan, peningkatan jaringan irigasi pertanian, hingga penambahan lampu penerangan jalan menjadi aspirasi yang paling banyak disuarakan warga.
Politikus PAN itu mengatakan kebutuhan infrastruktur dasar masih mendominasi keluhan masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari.
“Ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Marjan, Kamis (16/7/2026).

BACA JUGA:
Reses di Bantimurung, Warga Curhat Krisis Air Bersih ke Legislator Maros Try Wahyu Arifin

Salah satu usulan yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatan Jalan Poros Patadang-Mangngai di Desa Damai, Kecamatan Tanralili. Ruas jalan sepanjang sekitar tiga kilometer tersebut menjadi akses utama warga untuk menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Menurut warga, kondisi jalan yang belum memadai dinilai menghambat kelancaran aktivitas masyarakat sehingga perbaikannya diharapkan segera menjadi prioritas pembangunan.
Selain jalan, kebutuhan lampu penerangan jalan juga mencuat hampir di setiap desa yang dikunjungi. Warga menilai minimnya penerangan masih menjadi persoalan yang berdampak pada keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari.
“Permintaan lampu jalan hampir merata di wilayah pedesaan. Masyarakat menganggap fasilitas ini penting untuk mendukung keamanan dan aktivitas warga pada malam hari,” ujar Marjan.
Di sektor pertanian, warga juga berharap adanya peningkatan jaringan irigasi untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Aspirasi tersebut datang dari sejumlah desa, di antaranya Desa Tompobulu, Desa Pucak, Desa Damai, dan Desa Allaere.
Perbaikan irigasi dinilai menjadi kebutuhan penting karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas pertanian dan keberlangsungan usaha para petani.
Marjan menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah daerah. Ia memastikan setiap usulan akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.
“Semua usulan masyarakat kami tampung. Selanjutnya akan kami perjuangkan melalui pembahasan di DPRD agar dapat menjadi program pemerintah daerah sesuai skala prioritas kebutuhan masyarakat,” tegasnya.