Anggota DPRD Maros, Mahmud Alkaani saat menggelar reses di Lekopancong Tanralili. (ist)
menitindonesia, MAROS — Persoalan jalan gelap dan minimnya fasilitas olahraga menjadi aspirasi utama yang disampaikan warga Dusun Carangki, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, saat reses Anggota DPRD Maros, Mahmud Alkaani.
Dalam pertemuan yang berlangsung bersama masyarakat setempat, warga mengeluhkan masih banyak ruas jalan yang belum memiliki penerangan memadai. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga pada malam hari dan berpotensi memicu kecelakaan maupun gangguan keamanan.
Mahmud mengatakan persoalan penerangan jalan menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat lampu jalan yang rusak dan sejumlah titik yang belum tersentuh fasilitas penerangan.
“Kalau lampu jalan ada yang mau diperbaiki, dan ada memang yang belum ada,” kata Mahmud, Minggu (19/7/2026).
Legislator Partai Hanura itu mengaku, peningkatan penerangan jalan menjadi perhatian yang sejak lama ingin ia perjuangkan, khususnya di wilayah kampung halamannya.
“Harapan saya memang dari dulu mau membuat kampungku ini terang,” ujarnya.
Selain penerangan jalan, warga juga meminta pemerintah menghadirkan sarana olahraga yang lebih memadai. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting sebagai wadah aktivitas positif bagi generasi muda sekaligus mendukung pembinaan atlet di tingkat desa.
Menurut warga, minimnya fasilitas olahraga membuat ruang pengembangan bakat dan aktivitas kepemudaan masih sangat terbatas. Karena itu, mereka berharap pembangunan sarana olahraga dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Mahmud memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dibawa ke DPRD Maros untuk diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.
Ia mengaku akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar kebutuhan warga dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
“Khususnya dinas yang menangani penerangan jalan, infrastruktur, serta kepemudaan dan olahraga, agar usulan tersebut bisa masuk dalam skala prioritas pembangunan,” jelasnya.
Mahmud berharap hasil reses tidak hanya menjadi catatan administratif semata, tetapi dapat ditindaklanjuti secara bertahap melalui program pembangunan yang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Yang terpenting aspirasi masyarakat sudah kami dengar dan akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan secara bertahap,” pungkasnya.