Survei Terbaru SMRC: Dedi Mulyadi Kalahkan Prabowo, Menang Telak di Simulasi Head to Head

ILUSTRASI
menitindonesia, JAKARTA – Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perubahan signifikan pada peta elektabilitas calon presiden. Jika pemilihan presiden digelar saat ini, peluang Presiden Prabowo Subianto untuk kembali terpilih dinilai mengecil, sementara dukungan terhadap Dedi Mulyadi justru melonjak tajam.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35 persen, unggul jauh atas Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.
“Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan sebesar 35 persen dan berjarak cukup jauh dengan Prabowo Subianto di urutan kedua dengan perolehan suara 14,5 persen,” kata Deni saat memaparkan hasil survei, Rabu (29/7/2026).
Di bawah Prabowo, terdapat Anies Baswedan dengan 8,2 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen. Sementara itu, nama-nama lain masing-masing memperoleh dukungan di bawah 2 persen.

BACA JUGA:
Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Ingatkan ASN Harus Bersih dan Utamakan Rakyat

SMRC juga mencatat masih terdapat 12,8 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih tidak menjawab.
Deni mengungkapkan, dibandingkan survei sebelumnya, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan, sedangkan Dedi Mulyadi mencatat kenaikan signifikan.
“Dalam periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen,” ujarnya.
Tren serupa juga terlihat dalam simulasi dua nama atau head to head. Dedi Mulyadi meraih dukungan 59 persen, sementara Prabowo memperoleh 28,3 persen.
“Dalam empat bulan terakhir, elektabilitas Prabowo pada simulasi dua nama turun dari 50,5 persen pada survei Februari-Maret 2026 menjadi 28,3 persen pada survei Juli 2026. Sebaliknya, elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 42,6 persen menjadi 59 persen,” jelas Deni.
Survei bertajuk “Elektabilitas Calon-calon Presiden” itu dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak.
Sebanyak 83,8 persen responden diwawancarai melalui sambungan telepon, sedangkan 16,2 persen responden yang tidak memiliki akses telepon diwawancarai secara tatap muka.
SMRC menyebut survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen.