Ketua Kwarcab Pramuka Maros, Muetazim Mansyur saat menerima Tanda Penghargaan Lencana Melati Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. (ist)
menitindonesia, MAROS — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros, Muetazim Mansyur, menerima Tanda Penghargaan Lencana Melati Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026) malam.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Muetazim dalam mendukung pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros.
Muetazim yang juga Wakil Bupati Maros itu menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Baginya, Lencana Melati bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka di Maros.
“Penghargaan ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar bagi saya. Lencana Melati ini menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pengembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros,” kata Muetazim, Jumat (14/8/2026).
Lencana Melati merupakan salah satu tanda penghargaan Gerakan Pramuka yang diberikan kepada anggota dewasa atau pihak lain yang dinilai berjasa dalam pengembangan kepramukaan.
Di Kabupaten Maros, terdapat sekitar 7.000 anggota Pramuka dari berbagai tingkatan. Mereka terdiri atas golongan siaga, penggalang, penegak hingga pembina.
Muetazim mengatakan momentum Hari Pramuka ke-65 menjadi pengingat pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia berharap Pramuka terus melahirkan generasi yang mandiri, memiliki kecintaan terhadap tanah air dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Semoga di hari jadi yang ke-65 ini Gerakan Pramuka tetap semakin berkarya dan terus melakukan pembentukan karakter jiwa anak muda yang mandiri, cinta tanah air dan bangsa,” ujarnya.
Muetazim juga mengingatkan anggota Pramuka agar tetap berpegang teguh pada Dasa Darma Pramuka. Nilai-nilai tersebut, kata dia, penting dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, semangat gotong royong, serta kecintaan terhadap alam dan negara.
Dalam rangka memperingati Hari Pramuka sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seluruh Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Maros juga menggelar kemah bakti.
“Kemah bakti dilaksanakan di 14 kecamatan dan diikuti anggota dari seluruh tingkatan,” jelasnya.
Muetazim menyebut jumlah anggota Pramuka di Maros cenderung bertambah. Salah satu basis terbesar keanggotaan Pramuka berasal dari lingkungan sekolah, mulai jenjang SD hingga SMA.
“Kalau anggota tidak bisa dipastikan berkurang, justru bertambah karena anggota terbesarnya dari sekolah-sekolah mulai dari tingkat SD sampai SMA,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi dan era digital, Muetazim menilai Gerakan Pramuka tetap relevan bagi generasi muda. Ia mengibaratkan Pramuka seperti pohon kelapa yang dapat tumbuh di mana saja dan mampu bertahan di berbagai zaman.
“Saya kira tidak ada tantangan, karena Pramuka ibarat kelapa, dapat tumbuh di mana saja dan di era apa pun tetap eksis,” ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka juga memiliki pedoman pengajaran yang sudah baku. Sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, keseriusan siswa dalam mengikuti kegiatan menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan pembinaan.
“Karena dia ekstrakurikuler, mau tidak mau pasti ikut, tinggal siswanya saja mau serius atau tidak. Pedoman pengajarannya sudah baku,” pungkasnya.