Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pembangunan 4.582 kapal ikan modern hingga 2029. Program tersebut ditargetkan menggenjot produksi perikanan tangkap nasional hingga 2,3 juta ton per tahun sekaligus memperbesar manfaat potensi sumber daya ikan bagi nelayan Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan pembangunan kapal akan dilakukan secara bertahap mulai 2026. Saat ini, program tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan belum masuk realisasi fisik.
“Pemerintah menargetkan pembangunan kapal ikan modern sebanyak 4.582 unit secara bertahap mulai 2026 hingga 2029. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap persiapan dan belum memasuki tahap realisasi fisik,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Meski pembangunan fisik belum dimulai, pemerintah menargetkan 50 kapal berukuran 30 Gross Tonnage (GT) dapat dibangun pada 2026.
Secara keseluruhan, kapal yang disiapkan memiliki kapasitas beragam, mulai dari 10 GT hingga 2.500 GT. Kapal-kapal tersebut akan mencakup berbagai kategori, mulai dari kapal nelayan berukuran kecil hingga kapal perikanan komersial berukuran besar untuk operasi di laut lepas atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Modernisasi armada ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Qodari mengatakan program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan, masyarakat pesisir, pembudidaya, serta pelaku usaha perikanan.
“Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan produksi perikanan tangkap hingga 2,3 juta ton per tahun, peningkatan pendapatan nelayan sebesar Rp20,6 triliun per tahun, serta peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor sumber daya alam perikanan sebesar Rp1,8 triliun per tahun,” jelasnya.
Dari sisi tenaga kerja, program tersebut diproyeksikan menyerap hingga 89 ribu orang. Mereka akan ditempatkan di berbagai posisi, mulai dari operator kapal, tenaga administrasi hingga pengurusan dokumen kapal.
“Dari jumlah tersebut, 55 ribu orang di antaranya dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan awak kapal perikanan, seperti nakhoda, perwira, kepala kamar mesin, dan anak buah kapal,” ucap Qodari.
Untuk merealisasikan pembangunan ribuan kapal tersebut, kebutuhan investasinya diperkirakan mencapai Rp125,5 triliun.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melibatkan industri galangan kapal dalam negeri dalam pembangunan armada tersebut.
Pelibatan galangan kapal domestik dinilai penting untuk menggerakkan ekonomi dalam negeri sekaligus membuka lapangan kerja. Pemerintah juga mendorong terjadinya alih teknologi dari luar negeri ke industri nasional.
Qodari menegaskan modernisasi armada perikanan diarahkan agar potensi sumber daya kelautan Indonesia dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Pemerintah ingin memastikan potensi kelautan Indonesia benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” kata dia.