Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama pihak Pertamina menghadirkan 3 SPBU Modular di kawasan CPI untuk pengisian BBM khusus motor. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR— Pemprov Sulawesi Selatan bersama Pertamina menyiapkan tiga unit Modular SPBU di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar untuk mengurai antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU.
Fasilitas pengisian BBM mobile tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin (14/9/2026) besok.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meninjau langsung lokasi Modular SPBU di kawasan CPI, Minggu (13/9/2026).
Kehadiran langsung Dirut Pertamina di Sulsel menjadi respons atas kondisi antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Andi Sudirman mengatakan, persoalan antrean BBM menjadi perhatian bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Pertamina. Menurutnya, diperlukan langkah cepat dan terukur untuk mengurai kepadatan tersebut.
“Tentu ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi, kabupaten kota dan pihak Pertamina bagaimana mengambil langkah cepat dan terukur untuk sama-sama mengurangi persoalan ini,” kata Andi Sudirman.
Tiga Modular SPBU yang disiapkan di kawasan CPI akan diperuntukkan khusus bagi kendaraan roda dua atau sepeda motor.
Pengoperasiannya juga akan menerapkan aturan ganjil-genap. Selain itu, pengisian BBM dibatasi maksimal Rp30 ribu untuk setiap motor.
Andi Sudirman mengatakan, kehadiran Modular SPBU tersebut diharapkan dapat menambah akses masyarakat mendapatkan BBM sekaligus mengurangi kepadatan antrean di SPBU lainnya.
“Kami siapkan tiga unit Modular SPBU khusus untuk kendaraan roda dua (motor) yang nantinya akan menjadi salah satu upaya untuk menambah akses masyarakat dalam mendapatkan BBM sekaligus membantu mengurai kepadatan antrean di SPBU lainnya,” ungkapnya.
Modular SPBU di kawasan CPI mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada Senin (14/9/2026).
Andi Sudirman mengimbau masyarakat yang hendak mengisi BBM di lokasi tersebut tetap mengikuti antrean dengan tertib dan disiplin.
Dia juga meminta masyarakat bersabar sembari pemerintah bersama Pertamina terus melakukan berbagai langkah perbaikan dan inovasi untuk mengatasi persoalan antrean BBM.
“Harapan kita ke depan semua bersabar dan kemudian bagaimana kita berprogres untuk melaksanakan langkah-langkah inovatif. Dan juga dukungan daripada Pertamina,” jelasnya.