Anggota DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB. (ist)
menitindonesia, MAROS – Konflik yang terjadi di lingkungan Pesantren Darul Istiqamah, Maros, mendapat perhatian DPRD Sulawesi Selatan. Anggota DPRD Sulsel yang membidangi pendidikan, Andi Muhammad Irfan AB, meminta persoalan tersebut tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Irfan menegaskan kepentingan peserta didik harus menjadi prioritas. Terlebih, Darul Istiqamah menaungi sejumlah jenjang pendidikan mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA.
“Apa pun persoalan yang sedang terjadi, kami berharap aktivitas pendidikan tetap berjalan dengan baik. Jangan sampai anak-anak yang sedang menuntut ilmu ikut merasakan dampak dari konflik tersebut. Kepentingan dan masa depan mereka harus kita tempatkan di atas segala perbedaan,” kata Irfan, Kamis (10/09/2026).
Dia meminta seluruh pihak yang terlibat menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah maupun mekanisme hukum yang berlaku.
Irfan juga mengingatkan agar konflik tidak berkembang menjadi ujaran kebencian, penghinaan maupun kekerasan fisik.
“Kami berharap tidak ada ujaran kebencian, kata-kata kotor atau tidak pantas, terlebih lagi aktivitas fisik yang mengarah kepada kekerasan. Lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, sejuk dan memberikan keteladanan kepada anak-anak kita,” tegasnya.
Menurutnya, perbedaan dan persoalan antarpihak tidak boleh mengganggu hak siswa untuk belajar dengan tenang. Guru dan tenaga kependidikan juga harus dapat menjalankan tugas tanpa tekanan maupun rasa khawatir.
Irfan berharap pemerintah dan instansi terkait memastikan proses belajar mengajar di seluruh jenjang pendidikan Darul Istiqamah tetap berjalan normal.
“Mari kita jaga Darul Istiqamah sebagai tempat pendidikan dan pembinaan generasi. Persoalan yang ada kita selesaikan dengan kepala dingin, saling menghormati dan sesuai aturan. Jangan sampai konflik orang dewasa mengorbankan ketenangan dan hak pendidikan anak-anak,” tutupnya.