Inklusi Keuangan Sulsel 94 Persen, Fatmawati: Jangan Terjebak Produk Ilegal

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi saat membuka Financial Expo (FIN Expo) Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Tingkat inklusi keuangan di Sulawesi Selatan telah mencapai 94 persen. Namun, angka literasi keuangan masih berada di level 61 persen atau terpaut sekitar 33 persen.
Kesenjangan tersebut menjadi sorotan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi saat membuka Financial Expo (FIN Expo) Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Fatmawati mengatakan tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai. Masyarakat dinilai tidak cukup hanya memiliki akses, tetapi juga harus mampu memilih dan menggunakan produk keuangan secara aman.
“Ini mungkin yang harus kita highlight bersama, bahwa belum paham, belum tahu soal literasi keuangan. Padahal sebenarnya teman-teman dari perbankan ataupun yang memberi akses permodalan ini lebih harus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat kita agar masyarakat kita melek literasi keuangan,” ujar Fatmawati.

BACA JUGA:
Ditemani Gubernur Sulsel, Kepala BGN Resmikan SPPG di Takalar

Menurut dia, penguatan inklusi dan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama karena UMKM merupakan salah satu penggerak ekonomi Sulsel.
Fatmawati juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih produk dan layanan keuangan.
“Mari kita kenali produk keuangan yang legal. Tidak ada lagi produk kita terjebak dengan produk yang ilegal, sehingga membuat masyarakat kita sengsara,” katanya.
Dia mendorong industri jasa keuangan memperluas layanan hingga ke daerah pelosok. Inovasi produk juga dinilai perlu terus dikembangkan agar semakin inklusif dan mudah dijangkau masyarakat.
“Dan kepada para pelaku industri jasa keuangan, mari terus memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok serta menghadirkan inovasi produk yang inklusif, ramah masyarakat, yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau serta berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” ujar Fatmawati.
FIN Expo BIK 2026 berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan pemerintah daerah.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekaligus Ketua FKIJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan FIN Expo menjadi salah satu upaya mempersempit kesenjangan antara inklusi dan literasi keuangan.
Sepanjang 2026 hingga triwulan II, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulawesi Selatan telah menggelar 198 kegiatan literasi keuangan dengan total jangkauan 2.204.391 peserta.
Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok, mulai pelajar, mahasiswa, ASN, perempuan, nelayan, petani, UMKM, penyandang disabilitas hingga masyarakat pedesaan.
Dari sisi akses pembiayaan, Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi (PHINISI) telah mencapai plafon Rp1,18 triliun dengan 34.084 debitur.
Sementara program pemberdayaan UMKM melalui klasterisasi sejak 2022 hingga 2025 telah membentuk 1.611 klaster dengan 22.275 debitur dan plafon kredit Rp644,46 miliar.
Digitalisasi transaksi juga terus berkembang. Jumlah merchant QRIS di Sulawesi Selatan tercatat mencapai sekitar 1,5 juta merchant.
Adapun program budaya menabung pelajar melalui KEJAR atau One Student One Account (OSOA) telah mencapai 2.187.810 rekening dengan total nominal Rp412,38 miliar.
Ketua Panitia FIN Expo BIK 2026 yang juga RCEO BRI Regional Office 15 Makassar, Riza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut menargetkan 25.000 pengunjung.
Sebanyak 28 tenant industri jasa keuangan turut ambil bagian. Selain menawarkan produk, tenant tersebut juga menjadi ruang edukasi, konsultasi, dan komunikasi langsung dengan masyarakat.
Pembukaan FIN Expo BIK 2026 ditandai dengan peletakan bola takraw di atas topi adat Pasappu. Prosesi tersebut disaksikan Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, jajaran pimpinan BI dan LPS, serta pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan di Sulsel.