Influenza A Meningkat, Dinkes Sulsel Minta Warga Waspada tapi Tak Perlu Panik

Kepala Dinkes Sulsel, Evi Mustikawati Arifin. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) memperketat pemantauan terhadap peningkatan aktivitas influenza A di Indonesia. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, namun tidak perlu panik karena kondisi saat ini masih dalam batas kewaspadaan.
Kepala Dinkes Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan pemantauan dilakukan melalui sistem surveilans terhadap kasus influenza like illness (ILI) dan infeksi saluran pernapasan berat atau severe acute respiratory infection (SARI).
“Kita mengikuti surveillance dan arahan Kementerian Kesehatan, termasuk pemantauan kasus influenza like illness dan kasus infeksi saluran pernapasan berat,” kata Evi, Selasa (6/10/2026).
Peningkatan aktivitas influenza secara nasional menjadi perhatian Kementerian Kesehatan. Namun, Evi menyebut kondisi tersebut masih berkaitan dengan pola musiman dan belum menunjukkan situasi di luar batas kewaspadaan.

BACA JUGA:
Genjot Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Gelontorkan Anggara Rp500 Miliar Buat Rehabilitasi Irigasi

Dinkes Sulsel juga memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Penguatan mencakup deteksi dini, pemantauan kasus, hingga penanganan pasien berdasarkan tingkat keparahan.
“Kementerian Kesehatan juga mengarahkan agar daerah memperkuat surveillance, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan, juga tentunya deteksi dini serta penanganan kasus sesuai tingkat keparahannya,” ujarnya.
Evi menjelaskan peningkatan aktivitas influenza tercatat pada Agustus hingga September 2026. Influenza A sendiri merupakan salah satu jenis virus influenza dengan gejala yang umumnya menyerupai flu biasa.
Gejalanya antara lain demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas. Influenza A memiliki sejumlah subtipe, di antaranya H1N1 dan H3N2.
“Jadi intinya masyarakat tidak perlu panik. Influenza A pada dasarnya merupakan salah satu jenis virus influenza yang gejalanya mirip dengan flu pada umumnya seperti demam, batuk, pilek dan juga nyeri-nyeri otot, sakit kepala dan badan terasa lemas,” jelasnya.
Menurut Evi, sebagian besar keluhan ringan dapat ditangani dengan istirahat dan terapi suportif. Namun, pasien dengan gejala berat atau kelompok berisiko tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Dinkes Sulsel mengimbau masyarakat memantau kondisi tubuh ketika mengalami gejala influenza dan segera mencari pertolongan medis jika keluhan memburuk.
“Prinsip kita adalah waspada dan tidak panik,” pungkas Evi.