Banjir di Padang, BNPB Catat 498 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Kondisi banjir di Padang. (ist)
menitindonesia, PADANG – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi, sementara tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 orang dari kawasan terdampak.
Penanganan banjir melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Polri, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Petugas gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga, mendirikan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (11/10/2026) pukul 03.34 WIB, banjir masih menggenangi sejumlah permukiman. Pendataan dan evakuasi warga terus dilakukan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Banjir tersebut berdampak pada enam kelurahan, yaitu Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

BACA JUGA:
Momen Prabowo Datang ke IWIP, Pekerja Berharap Perusahaan Makin Berkembang

Data sementara mencatat sebanyak 225 kepala keluarga (KK) atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi di Kecamatan Kuranji dilaporkan mencapai 672 jiwa.
“Angka tersebut masih dalam proses pendataan dan pemutakhiran oleh petugas,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa dari kawasan terdampak. BPBD Kota Padang bersama unsur terkait juga melakukan kaji cepat untuk mengidentifikasi dampak banjir dan menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan.
BNPB mencatat para pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa di Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah, serta 55 jiwa lainnya di Warung Jembatan Guo.
Untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, pemerintah telah menyalurkan 500 bungkus nasi. BPBD Kota Padang juga mendistribusikan 100 selimut kepada warga terdampak.
Bantuan tambahan disalurkan Dinas Sosial Kota Padang berupa 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga atau family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.
“Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan distribusi masing-masing instansi,” ujar Berton.
Di sisi lain, Polda Sumatera Barat mengerahkan personel gabungan untuk membantu evakuasi dan melindungi warga di sejumlah lokasi banjir, termasuk Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh.
Ratusan personel dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas dilibatkan dalam penanganan banjir. Mereka bertugas mengevakuasi warga, mengamankan permukiman, dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Polri melaporkan seluruh warga di kawasan yang ditangani berhasil dievakuasi dengan selamat. Hingga laporan tersebut disampaikan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian dan mengerahkan 250 personel untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan selama pemiliknya mengungsi. Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif di kawasan terdampak.
Selain itu, posko kesehatan dan Posko SAR didirikan untuk mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, dan koordinasi apabila diperlukan evakuasi lanjutan.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak dan lanjut usia. Petugas juga menyalurkan pakaian bagi anak-anak serta warga yang pakaiannya basah akibat terendam banjir.
Masyarakat diimbau tidak kembali ke rumah yang masih berisiko terendam dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir susulan.