Jalur kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Kabupaten Maros. (Foto: ade_menit)
menitindonesia, MAROS – Menghindari masuknya klaster virus corona varian Baru B177, Angkasa Pura I sebagai Penglolah Bandara Sultan Hasanuddin Maros, mengetatkan pengawasan di areal terminal kedatangan.
Airport Duty Manager Angkasar Pura I, Totok Endro Cahyono, menyampaikan berbagai persiapan telah dijalankan dengan melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar.
“Di pintu gerbang kedatangan Bandara, sudah ada petugas KKP yang melakukan pemeriksaan khusus kepada setiap penumpang yang baru saja tiba melalui Bandara Sultan Hasanuddin, jadi warga di Sulsel tidak perlu panik, kami sudah antisipasi peluang masuknya corona varian baru itu,” ujar Totok.
Ia juga menjelaskan, ke depan, pihaknya akan menerapkan penggunaan Ge Nose di Bandara sesuai arahan Kementerian Perhubungan.
“Mulai bulan April 2021 nanti, sudah mulai diterapkan penggunaan GeNose pada transportasi udara, ini sebagai antisipasi lebih dini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Totok menjelaskan, bahwa penggunaan alat test kesehatan tersebut menjadi alternatif dan opsi dari tes SWAB PCR atau Rapis Swab Antigen.
Ia juga menyampaikan, hingga saat ini, pihak Bandara Sultan Hasanuddin Maros, juga meniadakan sementara penerbangan internasional, sehingga tidak ada kedatangan dari luar negeri yang berpotensi membawa klaster corona varian baru.
Virus Corona varian baru B177 pertama kali ditemukan di Inggris. Baru-baru ini, virus corona baru tersebut, sudah ditemukan pula di Indonesia, dengan tingkat penularan lebih tinggi dibanding strain aslinya. Peneliti virus menyebut varian baru ini lebih cepat menular dan lebih mematikan. (andi ade zakaria)