Dilengkapi CCTV AI untuk Cegah Kecurangan BBM, SPBU Pattene diresmikan Bupati Maros

Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Wakilnya, Muetazim Mansyur saat meresmikan SPBU Pattene di Kecamatan Marusu. (ist)
menitindonesia, MAROS – Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) resmi beroperasi di kawasan industri Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Rabu (22/4/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan energi sekaligus pengawasan distribusi bahan bakar, khususnya BBM subsidi.
SPBU ini dilengkapi sistem kamera CCTV berbasis AI yang mampu mendeteksi potensi penyalahgunaan BBM subsidi secara real-time. Teknologi tersebut dapat mengenali kendaraan, termasuk mengidentifikasi ketidaksesuaian antara data barcode dengan kendaraan yang melakukan pengisian.
“CCTV yang digunakan bisa mengenali kendaraan. Kalau pengisian menggunakan barcode tapi kendaraannya tidak sesuai, otomatis akan tertolak,” ujar Presiden Direktur PT Timur Jaya Energi Provindo, Daniel Yusuf Wijaya.

BACA JUGA:
Isi Kekosongan Jabatan, Nuryadi Ditunjuk Jadi Plt Kadis Perikanan Maros

Menurutnya, sistem ini dipasang di seluruh titik pengisian untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal dan meminimalisir praktik kecurangan, seperti penggunaan pelat nomor berbeda atau manipulasi data pembelian BBM subsidi.
Selain aspek pengawasan, kehadiran SPBU ini juga diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, terutama sektor industri dan transportasi yang bergantung pada pasokan energi.
SPBU ini memiliki kapasitas distribusi hingga 120.000 liter BBM per hari, dengan jenis BBM yang tersedia saat ini meliputi Dexlite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Dalam waktu dekat, pengelola juga akan menambah layanan BBM subsidi seperti Pertalite dan solar.
Dari sisi lokasi, SPBU dibangun di kawasan industri Pattene untuk menghindari potensi kemacetan di jalur utama akibat antrean kendaraan, khususnya truk logistik.
“Kalau di poros jalan utama, antrean bisa mengganggu arus lalu lintas. Dengan posisi di tengah kawasan ini, kita memberi ruang lebih leluasa,” jelas Daniel.
Tak hanya sebagai tempat pengisian BBM, SPBU ini juga dikembangkan sebagai rest area terpadu. Saat ini telah tersedia musala dan toilet, dan ke depan akan dilengkapi ATM center, gerai ritel, serta fasilitas penunjang lainnya.
Konsep tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, termasuk sopir angkutan barang dan bus antarprovinsi yang melintas di kawasan tersebut.
Keberadaan SPBU ini juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 20 tenaga kerja telah direkrut, dengan potensi penambahan seiring pengembangan operasional.
SPBU ini merupakan SPBU ke-16 di Kabupaten Maros dan untuk sementara beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 22.00 Wita. Namun, pengelola membuka kemungkinan operasional 24 jam ke depan.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengapresiasi hadirnya SPBU berbasis teknologi tersebut. Ia menilai inovasi ini tidak hanya meningkatkan layanan energi, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini bukan sekadar SPBU, tetapi juga mendorong mobilitas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.