Virus Corona Makin Kuat,Usai di Unhas, Kini Papar Akademisi Fakultas Kedokteran Unismuh

Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes - Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin

Setelah menghajar Dekan Fakultas Kedokteran dan sejumlah Guru Besar lainnya hingga terpapar, ternyata makhluk Covid-19 ini, sudah memapar sekitar 18 orang Dosen dan Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

menitindonesia.com, MAKASSAR – Sungguh, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan musuh enteng. Makhluk kecil itu, membuktikan keperkasaannya. Kali ini, Covid-19, tak hanya menyerang masyarakat awan dan tenaga kesehatan – termasuk dokter dan perawat – di Rumah Sakit, pun satu per satu, terpapar. Para Akademisi, mulai dari dekan hingga pembantu dekan, dihajar dan terpapar.

Kemarin, santer diberitakan, Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas, Prof Dr. Budu, terpaksa harus diisolasi. Covid-19 telah menginfeksinya. Tak hanya Dekan FK – yang ahli ilmu kedokteran itu – Wakil Dekan III FK Unhas, Dr Firdaus Hamid, juga terpapar Covid-19.

Selain Firdaus Hamid, Dekan FKG Unhas Drg Muhammad Ruslin, disiarkan kemarin,  terkonfirmasi Covid 19. Beberapa Dekan dan Guru Besar Unhas lainnya, diantaranya, Dekan FH Prof Farida, sudah menjalani isolasi.

Hebatnya, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengumumkan secara terbuka, bahwa sejumlah Pimpinan Unhas, Guru Besar dan Dosen, telah terkonfirmasi poisitif Covid-19, dan melakukan isolasi diri.

Rektor yang dikenal berparas cantik itu, pun menutup Aktifitas di Unhas hingga 29 Juli, nanti.  Aktifitas Kampus dilakukan secara daring, kecuali memang harus datang ke kampus, misalnya penelitian yang harus dilakukan di lab, yang memang tidak bisa dilakukan secara daring.

Dikonfirmasi ke Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed, mengatakan bahwa, yang banyak terpapar, rata-rata mereka yang punya keluarga tenaga kesehatan, seperti perawat dan bidan. “Mereka ini yang membawa virus dari tempat kerjanya ke rumah,” ujar mantan Ketua Senat Mahasiswa Unhas era Tahun 1990-an itu.

Aminuddin Syam – yang juga mantan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islami (PB-HMI) itu, mengapresiasi sikap Rektor Unhas Prof Dwia, yang memberi contoh kepada instansi lain, dengan membuka data Pimpinan, Guru Besar, Dosen dan staf di Unhas yang terkonfirmasi Covid-19, agar bisa dilakukan tracking untuk memutus mata rantai penyebarannya. “Virus ini sangat cepat menular, sehingga setiap orang harus terbuka dan jujur. Kalau mereka terinfeksi lalu berkeliaran, maka akan banyak orang yang tertulari,” ujar ahli kesehatan masyarakat ini kepada menitindonesia.com melalui pesan whatsApp.

Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar

Sikap yang ditempuh Pimpinan Unhas beda dengan Pimpinan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Kasus Positif yang ditemukan di Makassar, 10 Juli 2020, lalu, terdapat 18 orang dari Fakultas Kedokteran Unismuh yang terkonfirmasi Covid-19. Namun, belum diumumkan ke publik.

Begitulah. Yang pasti, menurut Aminuddin Syam, mereka yang kena Covid-19, rata-rata didapat di Rumah Sakit, kemudian virus corona itu, di bawah ke rumah masing-masing. “Kita meminta masyarakat agar terus menjaga diri, mematuhi protokol kesehatan. Kita juga  mendoakan agar saudara-saudara kita, warga  yang positif terkonfirmasi Covid-19, diberi kesembuhan. Aamiin,” ujar Dekan yang berlatar belakang aktifis mahasiswa itu. (nabila)

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini