NH Tak Pernah Usulkan Nawir Dicopot, Risman Pasigai: Silahkan Dukung Supriansa

Muhammad Risman Pasigai - Juru Bicara Partai Golkar Sulawesi Selatan

Jelang Musda X Partai Golkar di Jakarta – Saling sikut antara pendukung mulai keras. Sekretaris Golkar Takalar Nawir Rahman, yang santer disebut-sebut akan digeser, ternyata adalah kabar bohong. Plt. Ketua DPD I Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH), membantah jika pernah usulkan Nawir dicopot.

menitindonesia,com, MAKASSAR – Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Takalar, H. Nawir Rahman, boleh bernafas lega dengan sikapnya mendukung Supriansa di Musda X Golkar, Agustus nanti. Ternyata kerisauannya bakal dicopot sebagai Sekretaris hanyalah kabar burung yang dihembuskan.

NH membantah tak pernah memaksa Nawir mendukung salah satu calon  ketua DPD penggantinya, nanti.

“Nawir seribu persen bohong. Ada urusan apa mau mengusulkan dia dicopot. Apalagi dicopot karena alasannya mendukung Supriansa. Nawir harus tahu, kalau Supri itu seperti adek saya dan saya tidak keberatan jika dia mendukungnya,” ujar NH melalui pesan singkatnya.

Juru Bicara Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhammad Risman Pasigai, mengklarifikasi issu Nawir bakal dicopot. MRP – akronim nama Muhammad Risman Pasigai – bilang, NH tak mungkin mau mencampuri urusan DPD Golkar Takalar. “Nawir jangan asal ngomong sembarang, NH itu tokoh Nasional dan Wakil Ketua Umum DPP, mana mau mencampuri urusan remeh temeh yang dipersoalkan Nawir. Pak NH itu tidak punya urusan dengan Nawir, kenapa dia galau,” ujar MRP.

MRP menambahkan, bahwa urusan yang membuat Nawir galau, itu terlalu kecil untuk dicampuri oleh seorang tokoh nasional sekelas NH – yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar. “Apalagi mau memaksa Nawir untuk urusan Musda, itu kecil dan Pak NH tidak akan membuang energi mengurusi soal siapa yang mau didukung Nawir. Silahkan mendukung Supri, tapi tidak baik kalau berbohong ke publik. Itu yang merusak etika,” kata Risman.

Risman menegaskan kepada Nawir,  dia bebas mendukung siapa saja, apalagi kalau mendukung Supriansa. “Silahkan, asal jangan membangun opini kalau dipaksa atau di copot karena pak Supri, itu tidak baik,” ujar mantan aktifis HMI Makassar ini.

MRP mewanti-wanti, untuk urusan dukungan Musda jangan ada yang membalik-balik, justru dia mendapat informasi, kalau voters banyak dikontak oleh beberapa tim sukses calon, bahkan ada pengusaha yang ikut-ikutan juga merayu voters dengan iming iming. “Bahkan ada pejabat pusat dan daerah rajin menelpon voter untuk dukung seseorang, dengan berbagai macam propaganda, mulai cabut dukungan pilkada sampai akan diganti sebagai ketua Golkar, termasuk pengiringan opini yang aneh-aneh,” ungkap MRP.

Penyataan Pemerhati Gerakan Demokrasi dan HAM di Sulsel Hasbi Lodang, yang menyebut jika ada paksaan terhadap pemilih dengan ancaman jelang Musda Golkar, itu sudah masuk kategori pelanggaran HAM.

Ia menyarankan agar semua faksi yang berseteru di Golkar Sulsel agar coling down dan menempuh cara-cara yang damai. “Golkar sekarang banyak menyedot perhatian publik, tentu ini potensi bagi Golkar jika dimanaje dengan baik. Apalagi Faksi NH dan Faksi Rudal, jika menyatu, akan menjadi kekuatan besar. Apalagi Rudal memiliki basis massa yang militan di Makassar, sebaiknya jangan diabaikan karena Rudal bisa menjadi energi memenangkan Pilkada Makassar,” ujar mantan komisaris BUMN PTPN itu. (nabila)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini