Penanganan Covid-19 Sulsel Terbaik, Luhut Minta Provinsi Lain Belajar ke Gubernur NA

Menteri Koordinator Kemaritiman - Luhut Binsar Pandjaitan (Foto IG LBP)
Terbaik menangani Covid-19 – Sulsel menjadi percontohan upaya penanganan Covid-19 untuk provinsi lainnya. Menko Maritim, Luhut B Pandjaitan meminta Gubernur di daerah yang masih tinggi angka kasus penderitanya, agar belajar ke Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dalam hal penanganan Covid-19.
menitindonesia.com, MAKASSAR – Sulawesi Selatan menjadi provinsi terbaik dalam upaya penanganan Covid-19. Hal itu diungkapkan Menteri Korrdinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan saat memimpin Rakor Pengendalian Covid-19 secara virtual, Kamis (17/09), kemarin.
“Khususnya di delapan provinsi penyumbang angka terbesar kasus penderita Covid-19 di Indonesia, agar mencontoh langkah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam penaganan Covid-19,” ujar Luhut.
Ia meminta provinsi lain mengikuti langkah Gubernur NA – akronim nama Gubernur Nurdin Abdullah – agar menyediakan pusat karantina bagi penderita covid-19 kategori orang tanpa gejala (OTG).
Luhut juga mencontohkan program inovasi karantina bagi pasien terkonfirmasi positif non gejala, sehingga mereka tidak menularkan keluarganya yang lain.
“Saya ingin agar pasien OTG dan pasien yang bergejala ringan, dapat dirawat di pusat karantina, supaya tidak berpotensi menularkan kepada keluarga mereka,” ujar Luhut.
Jubir Menko Kemaritiman, Marves Jodi Mahardi, menjelaskan bahwa permintaan Luhut agar Gubernur di Indonesia, terutama yang tingkat pertumbuhan angka Covid-19 masih tinggi, agar mengikuti langkah-langkah Gubernur NA. “Gubernur diminta menyiapkan hotel bintang dua atau bintang tiga sebagai pusat-pusat karantina seperti yang dilakukan di Sulawesi Selatan,” ujar Jodi.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), Letjend TNI. Doni Monardo yang turut hadir, mengatakan pemanfaatan hotel sebagai tempat karantina dapat menjadi solusi terhadap tingginya okupansi ruang ICU di rumah sakit.
Tentang kesiapan hotel, kata Doni, ia sudah berkoordinasi dengan daerah, apabila anggaran daerah kurang, BNPB bisa membantu untuk menyediakan dengan rekomendasi Puskesmas setempat.
Dikonfirmasi ke Gubernur Sulsel, Prof NA, bilang untuk penanganan Covid-19, Sulsel selain memiliki kapasitas lab yang cukup besar, edukasi juga dilakukan, dan bersinergi kabupaten dan kota.
“Pemprov Sulsel mengambil peran untuk merawat seluruh kasus-kasus positif yang ada di daerah. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah menunggu dan menjaga sampai vaksinasi bisa dilakukan,” kata Prof NA.
Selananjutnya, Prof NA juga menjelaskan, bahwa sejak pandemi covid-19, rumah sakit di Sulsel tetap stabil. “Penangan pasien OTG, kami isolasi dengan nyaman dan pasien kami berikan gizi yang baik, sehingga hampir 5.000 yang sudah diisolasi di hotel itu, menjadi edukator dan tersebar di tengah masyarakat,” kata Gubernur NA dalam acara Rakor bersama Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan itu.
Di kesempatan yang sama, Luhut menegaskan agar sampai akhir tahun, pemerintah pusat dan daerah fokus menangani Covid 19. “Mustahil untuk menurunkan total jumlah penderita Covid-19 sebelum vaksin atau obatnya ditemukan,” kata Luhut.
Hadir dalam rakor itu, yakni para Gubernur se Indonesia, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan dr. Alexander K. Ginting. (andiesse)