Bakal Ada Klaster Corona Omnibus Law, Anies: Tunggu 1-2 Minggu

Aksi Demo di seputar Istana Negara Jakarta,. Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berpotensi jadi lonjakan virus corona. (Foto: Istimewa)
Klaster Baru Corona – Buntut aksi demonstrasi tolak UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) selama tiga hari berturut-turut, akan memunculkan klaster Omnibus Law Corona Virus. Klaster ini tak hanya mengancam para pendemo, tapi juga rawan menginveksi aparat keamanan. Pergerakan klaster omnibus law corona virus akan terdeteksi 1-2 minggu ke depan.
menitindonesia.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tak bisa menyembunyikan kegalauannya. Ia sangat mencemaskan akan terjadi lonjakan virus corona di Jakarta usai aksi demonstrasi tolak Omnibus Law atau UU Cipta Lapangan Kerja, Kamis (08/10) kemarin. Pihaknya mengantisipasi kenaikan kasus suspect virus corona dalam 1-2 minggu ke depan.
“Fenomena unjuk rasa kemarin kami khawatir berpotensi terjadinya lonjakan kasus sekitar seminggu sampai dua minggu yang akan datang,” ujar Anies usai meninjau Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10), pagi.
Anies menjelaskan, penularan virus corona memang tidak akan langsung muncul. Namun, bagi mereka yang terpapar COVID-19, dapat diketahui dalam beberapa hari ke depan.
“Tidak langsung muncul, tapi satu sampai dua pekan setelahnya. Mudah-mudahan tidak terjadi,” kata dia.
Selain itu, ia juga mengantisipasi potensi penularan corona dari klaster keluarga saat libur panjang akhir Oktober ini. Anies belajar dari pengalaman libur panjang pada Agustus kemarin, yang memicu lonjakan kasus pada September.
Diketahui, pada 29 Oktober ini merupakan tanggal merah dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh hari Kamis.
“Karena itulah saya berharap kepada semuanya antisipasi, karena akhir bulan ini ada libur panjang. Libur panjang Maulid Nabi (hari) Kamis. Cuti bersama Rabu dan Jumat. Ada lima hari,” tutur Anies.
Dia imbau kepada seluruh masyarakat, jangan sampai timbul klaster keluarga yang sangat besar karena libur bersama.
Aksi demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Lapangan Kerja terjadi di berbagai daerah. Masyarakat yang berkerumun dalam jumlah besar ini dikhawatirkan memicu penyebaran virus corona.
Juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengingatkan lonjakan kasus COVID-19 juga pernah terjadi saat long weekend beberapa waktu yang lalu dan akhirnya memunculkan klaster-klaster baru.
“Harus diingat pengalaman kita bersama di Indonesia dengan libur panjang beberapa waktu lalu di mana kita temui lonjakan kasus dalam 1-2 minggu kemudian. Jangan sampai hal ini terjadi lagi karena apabila ini terkena pada kelompok rentan dan usia lanjut dampaknya adalah fatal,” ujar Wiku, Kamis (8/10), seperti dikutip dari kumparan. (andiesse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini