Wacana SBY akan Ikut Demo Bergulir

Ilustri Foto - SBY bersama para pendukungnya tahun 2009. (Foto: Istimewa)
Siap ikut ‘demo’ – Presiden RI ke-6 Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) difitnah lagi. SBY dituding menggerakkan dan mendanai demo mahasiswa dan buruh tolak Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja. “Lama-lama SBY nanti benaran ikut demo,” kata Andi Arief.
menitindonesia.com, JAKARTA – Berita hoaks soal demo mahasiswa dan buruh tolak Omnibus Law didanai oleh sponsor, pertama kali diucapkan mulut Ketua Umum Partai Golkar, Arilangga Hartarto. Dia  menilai ada pihak yang menggerakkan massa dalam aksi demo menolak Omnibus Law atau UU Cipta Lapangan Kerja. Bahkan, ia mengaku sudah tahu siapa pihak yang menjadi dalangnya.
Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu dibantah oleh Kepala Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nelson Nikodemus Simamora. Dia menilai tudingan adanya sponsor untuk demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja, Ed) merupakan pembodohan publik.
Nelson meminta Airlangga Hartarto mempertanggungjawabkan pernyataannya. “Itu kan bagian dari membodohi rakyat, setiap ada aksi besar kemudian dituding ada yang mensponsori,” kata dia – dikutip menitindonesia.com,  Kamis (08/10), lalu.
Menyusul berita hoaks tersebut, isu SBY danai aksi tolak UU Cipta Lapngan Kerja (Cilaka) dihembuskan oleh akun anonim di Twitter, @digeeembok. Akun buzer ini, dikenal kerap membela kebijakan pemerintah dan menyerang para pengkritik penguasa.
Mendengar nama SBY dikait-kaitkan oleh buzer, kader Demokrat kesal SBY difitnah danai demo mahasiswa dan buruh tolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah. Bahkan, Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief sampai mengusulkan Presiden ke-6 RI, SBY ikut aksi bareng rakyat dan mahasiswa.
“Kalau terus menerus menuduh Pak SBY di belakang aksi mahasiswa dan buruh, lama-lama nanti kami mengusulkan Pak SBY beneran ikut turun langsung aksi bersama masyarakat seperti dilalukan mantan Presiden di Filipina. Estrada pernah Tumbang lho,” tulis Andi Arief di akun Twitternya @andiarief, Sabtu (10/10).
Bukan cuma Andi Arief yang kesal atas tuduhan dalang aksi demo itu. Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan mengatakan, fitnah tersebut tidak berdasar.
“Bahwa pernyataan Aksi dan Gerakan besar penolakan UU Ciptaker 8 Oktober 2020, diinisiasi dan didanai oleh Partai Demokrat atau Cikeas adalah pernyataan fitnah dan hoaks serta tidak berdasar. Pernyataan tersebut juga melecehkan kaum buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan, yang murni menyuarakan penolakan UU Ciptaker,” kata Ossy.
Ossy menambahkan, jika ada pihak-pihak yang melancarkan fitnah dan tuduhan tidak berdasar terhadap Partai Demokrat, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum. Dia bilang bahwa benar Partai Demokrat melakukan penolakan terhadap RUU Ciptaker, sebagaimana yang disampaikan dalam pandangan mini fraksi, pada tanggal 3 Oktober 2020. Serta disampaikan dalam Sidang Paripurna tanggal 5 Oktober 2020.
Namun, sikap berbeda tersebut merupakan hal biasa dalam demokrasi. Sebagaimana partai lain juga melakukan hal yang sama di parlemen dalam konteks dan masalah yang berbeda.
“Bahwa sikap berbeda menolak UU Ciptaker ini juga tidak hanya dilakukan oleh Partai Demokrat, melainkan juga oleh Ormas seperti NU dan Muhammadiyah, akademisi, LSM, Serikat Buruh, Organisasi Mahasiswa serta beberapa Kepala Daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikan Nasional (KSN), Mukhtar GK menganggap tudingan demo mereka didanai sponsor dan mengaitkan SBY sebagai pernyataan keliru. “Itu gaya Orde Lama ketika didemo oleh rakyat dan mahasiswa karena menyelewengkan pancasila. Jangankan memfitnah, membunuh saja dianggap lumrah demi alasan revolusinya,” ujar Mukhtar marah dituding demo menolak UU Cipta Lapangan Karja didanai sponsor.
Mukhtar GK juga menyayangkan pernyataan Airlangga yang menyebar hoaks soal demo buruh dan mahasiswa. “Ini bukan demo mendukung pilkada atau menolak hasil pemilu, ini demo soal nasib ratusan juta manusia indonesia yang terancam dengan berlakunya UU Cilaka itu,” kata Mukhtar. (andiesseAE)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini