Guru Mengaji Curhat ke Appi, Kesejahteraan Tak Lagi Diperhatikan

Salah seorang Gurun Ngaji di Jalan Abdesir, curhat ke Appi. Ia mengeluhkan, selama ini tak pernah ada perhatian pemerintah untuk kesejahteraan para guru ngaji. Selain itu, ia juga minta agar lomba MTQ yang dulu pernah adfa agar kembali dihadirkan. (FotoTimARB)
Guru Ngaji Butuh Perhatian – Jumlah pengajar Al Quran semakin berkurang. Kesejahteraan mereka tak pernah mendapatkan perhatian pemerintah. Para Guru Mengaji di Panakukang itu juga minta agar lomba MTQ dihadirkan kembali.
menitindonesia, MAKASSAR- Dania, perempuan yang sehari-hari meluangkan waktunya untuk mengajar ngaji atau baca Al-Quran di Jalan Abdesir, Kecamatan Panakukang, memberanikan diri bersuara atas nasibnya kini.
Pada kesempatan kampanye dialogis yang dihadiri calon Wali kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kelurahan Tamamaung, Panakukang, Sabtu (17/10/2020), Dania menyampaikan keluh kesah dan harapannya.
Baginya saat ini sepengamatannya banyak dari teman sejawatnya yang dulunya menjadi guru mengaji pada akhirnya berhenti dan mencari pekerjaan lain.
Ini dikarenakan menurutnya kesejahteraan untuk guru-guru mengaji masih dinomor duakan oleh Pemerintah.
“Semakin tahun terpangkas jumlah guru mengaji, Pak minta tolong angkat kesejahteraan kami, harapnya kepada Appi sapaan Munafri.
Tak hanya itu, ia menyayangkan Pemerintah kota Makassar tak lagi menggelar lomba MTQ dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara menurut Dania, kegiatan lomba MTQ ini menjadi salah satu ajang yang memotivasi anak-anak untuk terus berprestasi utamanya dalam bacaan Al-Quran.
“Iya sayang sekali itu Pak, sebenarnya tak masalah berapa jumlah hadiahnya. Kalau saya berharap sekali lomba MTQ ini bisa kembali dihadirkan,” tutupnya.
Appi pada momen itu langsung menjawab keluhan dan harapan dari salah satu guru mengaji ini.
Cawali nomor urut dua itu menyebut bahwa dalam programnya utamanya pada pilar kesejahteraan sudah dijabarkan beberapa poin yang harus disegerakan jika nantinya terpilih.
“Salah satu poinnya adalah akan ada insentif untuk guru mengaji, pengurus jenazah, guru sekolah minggu dan semua pendidik agama,” tegasnya.
“Mengapa hal itu perlu disegerakan sebab melihat situasi dimana banyak guru-guru mengaji, ustadz dan iman-iman mesjid misalnya masih jauh dari kata sejahtera. Bagaimana anak-anak kita mau belajar mengaji dengan baik, kalau ustadznya masih lapar, masih berpikir hari ini makan apa, besok makan apa. Makanya harus kita perhatikan,” sambungnya.
Soal lomba MTQ, Appi mengatakan bahwa kegiatan yang bernilai positif itu tentu akan digelar secara berkala.
Tak hanya sekedar itu, CEO PSM Makassar menegaskan hadiah lomba MTQ tak akan lebih kecil dari lomba-lomba lainnya.
“Tidak bolehlah itu, hadiah lomba MTQ nanti tak boleh lebih kecil dari lomba menyanyi. Jadi mari kita sama-sama berjalan, saya harap dukungan ta’ semua dan nantinya untuk pembangunan kota Makassar tidak bisa kalau cuman saya dan Pak Rahman Bando yang bekerja, tetapi diperlukan kerjasama dengan masyarakat termasuk warga di sini,” tuturnya.(*)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini