Linda Kamal Ngotot Naikkan Insentif Guru Ngaji, Imam Mesjid dan RT RW

Hj. Nurlinda Kamal - Anggota Komisi I DPRD Maros, ngotot memperjuangkan kenaikan insentif RT dan RW serta insentif guru ngaji dan imam mesjid juga diusulkan kenaikan. Ia mendesak Bupati Maros agar memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji dan imam mesjid. (Foto: Istimewa)
Sudah lama tak dibicarakan. Insentif bagi Guru Ngaji, Imam Mesjid, RT dan RW kini jadi pembicaraan dalam rapat asistensi anggaran di Komisi I DPRD Maros. Legislator Linda Kamal, ngotot memperjuangkan kenaikan insentif mereka. “APBD 2021 harus memihak kepada rakyat, bukan lagi memihak kontraktor,” kata Linda.
menitindonesia, MAROS – Rapat asistensi anggaran tahun 2021 di Komisi I DPRD Maros, alot membicarakan insentif bagi guru ngaji, imam Mesjid dan insentif bagi RT dan RW.
Anggota DPRD Maros Fraksi Golkar, Hj Nurlinda Kamaluddin atau Linda Kamal mengusulkan agar dilakukan penambahan anggaran untuk kenaikan insentif bagi RT dan RW.
Ia menjelaskan insentif yang diterima RT dan RW selama ini, tak sebanding dengan kinerja mereka. Ia juga meminta agar insentif bagi guru ngaji dan imam mesjid, juga harus dinaikkan.
“Kita ditertawai daerah lain, karena kita tidak memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji dan imam mesjid. Kita termasuk terlalu pelit mengalokasikan anggaran insentif untuk kesejahteraan warga,” kata Linda, saat rapat asistensi anggaran di Komisi I DPRD Maros, Selasa (20/10/2020), siang.
Rapat asistensi anggaran tersebut, juga dihadiri Camat Lau, Camat Bontoa dan Camat Turikale serta sejumlah Anggota Komisi I DPRD Maros.
Lebih lanjut, Linda Kamal menjelaskan, selama ini keluhan Ketua RT dan RW tidak pernah diperhatikan. Insentif atau gaji RT hanya Rp250.000 setiap bulan, sedangkan setiap RT harus mengurus minimal 200 orang warganya. Ia juga mengoreksi insentif RW, yang diterima setiap bulan hanya Rp750.000. “Ini tidak adil, tidak sebanding tanggungjwab dan kerja mereka mengurus warga. Insentif mereka harus dinaikkan!” ucap Linda.
Dia mengusulkan kenaikan insentif untuk RT dari Rp250.000 menjadi Rp500.000 per bulan, untuk RW dari Rp750.000 dinaikkan menjadi Rp1.000.000 per bulan. “Ini harus dinaikkan pada anggaran tahun 2021, ini harus diprioritaskan daripada pengadaan yang tidak penting,” tegas Linda.
Selain insentif RT dan RW, Linda juga meminta agar anggaran insentif untuk guru ngaji dan imam mesjid harus diprioritaskan kenaikannya.
Kepada awak media, Linda meminta agar Bupati Maros, Ir HM Hatta Rahman, segera merevisi anggaran untuk insentif RT dan RW serta guru ngaji dan Imam Mesjid. “Mereka juga harus diperhatikan kesejahteraannya, jangan cuma proyek yang menguntungkan kontraktor yang diperhatikan,” ujar Linda.
Linda mengaku miris melihat postur APBD Maros tahun anggaran 2021 yang kurang memihak ke rakyat. “Bisa dilihat dari alokasi anggaran belanja yang tidak memperhatikan kesejahteraan guru ngaji, imam mesjid, RT dan RW,” katanya.
Dia mencontohkan daerah lain, di mana kesejahteraan RT, RW, guru ngaji, imam masjid diperhatikan. Padahal, kata Linda, pendapatan Maros lebih besar dibanding daerah lain. Tapi insentif yang diberikan kepada perangkat pemerintah dibawah sangat sedikit.
Sementara, Rudi ketua RT 03 RW 04 Kelurahan Maccini Baji , saat dikonfirmasi soal usulan Linda Kamal, membenarkan bahwa insentif RT di kelurahan yang mereka terima hanya Rp.250.000, memang sangat tidak berbanding lurus dengan pekerjaan dan tanggungjawab mereka.
Rudi mengaku, baru mendengar ada wakil rakyat yang membicarakan kenaikan insentif. Kata dia, sebenarnya sudah lama RT dan RW mengeluhkan rendahnya insentif mereka terima di banding di daerah lain. (muh rifai)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini