SAPMA PP Desak Kejaksaan Usut Korupsi Bantuan Covid-19 di Depag Maros

Ketua SAPMA PP Maros, Ahmad Takbir Abadi di Media Centre PP Maros. (Foto: Istimewa)
Korupsi Bantuan Covid-19 – Kader Pemuda Pancasila Maros, endus dugaan korupsi bantuan Covid-19 di Kantor Departemen Agama Maros. Mereka mendesak Kejaksaan Negeri Maros segera mengusut Pungli bantuan Covid-19 kepada Madrasah penerima.
menitindonesia, MAROS – Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Maros mengadakan konferensi pers terkait belum jelasnya kasus dugaan pungli yang menjerat oknum Depertemen Agama (Depag) Kab. Maros. Selasa (20/10/2020)
Sekretaris Bidang Agama, Sosial dan Budaya Muh Nur Alamsyah mengatakan bahwa menduga ada kegiatan pungutan liar di Kantor Depag Maros. Kata dia, informasi yang dihimpun SAPMA PP Maros, kasus Pungli tersebut sudah masuk di Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros.
Namun, SAPMA PP menyangkan, kasus Pungli tersebut, menurut SAPMA PP, mereka belum mendapat kejelasan.
“Kami sayangkan ada oknum di Depag Maros yang melakukan tindakan seperti ini,” kata Alam di Media Center Pemuda Pancasila Kabupaten Maros. Selasa (20/10).
Alam melanjutkan bahwa dugaan pungli itu terjadi dari salah satu oknum pegawai Depag yang menyalahgunakan bantuan Covid 19 yang diberikan ke Madrasah.
Sementara itu Ketua SAPMA PP Maros Ahmad Takbir Abadi kecewa dengan tindakan birokrasi yang kotor seperti ini. “Bagaimanapun dugaan pungli itu kotor, birokrasi akan bobrok jika budaya ini terus berlanjut. Apalagi kasus Pungli ini, diduga terjadi di Depag,” kata Takbir
Dia juga berharap Kejari Maros serius menindaki dugaan pungli ini. “SAPMA minta Kejari serius mengusut kasus Pungli bantuan Covid ke Madrasah ini,” ucap Takbir. (muh rifai)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini