Perjuangkan Danny-Fatma, Warga Mangasa Kerap Ditekan Lurah

Danny Pomanto bersama warga kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate. (Foto TimDP-Ftm)
Usulkan Lurah Mangasa diganti – Warga Mangasa mengeluhkan lurahnya ke Danny Pomanto. Mereka minta, kalau terpilih nanti, Lurahnya itu “dicuci bersih”. Selain suka menekan warga, juga Pak Lurah mengurangi insentif RT dan RW. 
menitindonesia, MAKASSAR – Salmah, Warga Mangasa, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate mengungkapkan keresahannya di depan calon Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan  Pomanto.
Dia mengaku kerap mendapat panggilan dari kelurahan. Masalahnya, Salmah merupakan pendukung Danny-Fatma (ADAMA).
“Kami di Mangasa, sebagai pendukungnya ADAMA kami tersiksa. Terus terang, kami selalu banyak panggilan dari lurah. Selalu dipanggil kalau jalan mengambil dukungan untuk ADAMA,” ungkap Salmah di kampanye dialogis ADAMA, di Jalan Dangko, Jumat (23/10/2020).
“Atau warga datang satu-satu ke kita, kita dipanggil lagi di kelurahan. Atau menerima bapak (Danny) atau ibu di wilayah, kita harus dipanggil di kelurahan. Siapa saja yang didatangi daerahnya, dipanggil kelurahan,” Salmah melanjutkan keluhannya.
Dengan nada kesal, Salmah pun meminta kepada Danny Pomanto, kalau terpilih,  mengganti Lurah Mangasa.
“Jadi kami minta kepada Pak Danny, kalau terpilih ganti ini Lurah Mangasa. Saya titip pesan juga ke bapak, cuci bersih semua Lurah di Kecamatan Tamalate,” pungkas Salmah.
Tak hanya itu, Salmah juga menyampaikan keresahan lainnya. Dia melaporkan,  kalau insentif Ketua RT/RW pun hingga saat ini belum juga cair.
“Hampir semua Tamalate kayaknya sampai sekarang insentif RT belum cair, kita tidak tahu kapan. Kemungkinan selesai pemilu atau kapan,” sebutnya lagi.
Menanggapi hal itu, Danny Pomanto hanya menyarankan agar warga tetap sabar. Kata dia, untuk menindaki itu, maka di tanggal 9 Desember mendatang, harus memilih nomor urut 1, ADAMA,” kata Danny.

Dia menjelaskan, kalau Camat dan lurah tidak boleh mengintimidasi ketua RT/RW. Kata Danny, mereka itu dipilih oleh camat dan lurah tapi dipilih rakyat melalui Pemilukara kemarin.

“Kita perlu bersabar. Memang perjuangan selalu ada tekanan. Tanpa tekanan dan pengorbanan tidak ada perjuangan. Dan tidak ada kemenangan tanpa perjuangan. Dan InsyaALLAH, sabaraki, tungguma 9 Desember,” tutur mantan Wali Kota Makassar peraih tiga piala Adipura berturut-turut itu.
Danny Pomanto pun meyakinkan warga, Tim Bassibarania yang telah dibentuk, akan menjadi asesor nantinya.
“Bassibarania akan menjadi asesor. Bisa mengusulkan lurah dan camat untuk diganti,” tutupnya memberi semangat warga.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini