Taruna Ikrar Dorong Revolusi Industri Farmasi Hijau, BPOM Pasang Standar Baru untuk Masa Depan Kesehatan Indonesia

Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, menyampaikan sambutan pada pelepasan ekspor produk Ferron berstandar Eropa di Cikarang, Kamis (4/6/2026). BPOM menegaskan komitmennya mendukung industri farmasi nasional menembus pasar global melalui penguatan mutu, inovasi, dan standar internasional yang kompetitif.
  • Peresmian fasilitas panel surya dan digitalisasi PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) menjadi panggung bagi Kepala BPOM Taruna Ikrar untuk menegaskan arah baru industri farmasi nasional: modern, berkelanjutan, berbasis teknologi, dan berdaya saing global.
menitindonesia, JAKARTA — Di tengah meningkatnya tuntutan dunia terhadap praktik industri yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menyampaikan pesan kuat kepada pelaku industri farmasi nasional. Masa depan industri kesehatan Indonesia, menurutnya, tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi obat, tetapi juga oleh kapasitas menjaga mutu, integritas data, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.
Pesan itu disampaikan Taruna Ikrar saat meresmikan program sustainability berupa instalasi panel surya dan digitalisasi fasilitas produksi PT Integrated Healthcare Indonesia (IHI) yang merupakan bagian dari Kenvue, di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Dalam pandangannya, transformasi yang dilakukan PT IHI bukan hanya investasi teknologi, melainkan representasi perubahan paradigma industri farmasi modern yang semakin dituntut adaptif terhadap tantangan global.
BACA JUGA:
Silmy Karim Diberhentikan dari Kabinet Merah Putih, Istana Tegaskan Komitmen Antikorupsi
“Industri saat ini tidak hanya dinilai dari kapasitas produksinya, tetapi juga dari kemampuan menjaga mutu, keandalan mengelola data, penerapan efisiensi energi, dan pembangunan sistem yang resilien,” ujar Taruna Ikrar dalam sambutannya.
Langkah PT IHI memanfaatkan energi surya dinilai selaras dengan agenda besar pemerintah menuju Net Zero Emission 2060 sekaligus mendukung target pembangunan rendah karbon dan Sustainable Development Goals (SDGs). Bagi BPOM, isu lingkungan kini memiliki hubungan langsung dengan perlindungan kesehatan masyarakat.
Taruna menegaskan bahwa penggunaan energi bersih tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat kualitas sistem produksi produk kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

Picsart 26 06 05 09 15 29 723 11zon

Ketika Mutu, Teknologi, dan Lingkungan Menjadi Satu Kesatuan

Di sisi lain, digitalisasi yang diimplementasikan PT IHI mendapat perhatian khusus dari Kepala BPOM. Menurutnya, transformasi digital bukan hanya proses modernisasi fasilitas produksi, melainkan instrumen penting untuk memperkuat integritas data, meningkatkan ketertelusuran proses produksi, memperkuat transparansi, serta menghadirkan sistem pemantauan yang akurat dan real-time.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengawasan BPOM yang semakin menekankan pentingnya tata kelola mutu berbasis teknologi dan data.
BACA JUGA:
Letkol Teddy Indra Wijaya, Lulusan Terbaik Seskoad yang Dipuji Taruna Ikrar
Dalam kesempatan itu, Taruna Ikrar juga memberikan apresiasi terhadap capaian PT IHI yang telah mengantongi dua sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) untuk sediaan tablet nonbetalaktam dan cairan oral nonbetalaktam. Perusahaan tersebut juga memperoleh hasil inspeksi dengan predikat memuaskan pada 2023.
Lebih jauh, tingkat maturitas perusahaan yang telah mencapai level 4 menunjukkan sistem manajemen mutu, manajemen risiko, dan budaya perbaikan berkelanjutan telah berjalan dengan baik, bahkan mampu mengantisipasi perubahan regulasi sebelum diberlakukan.
Bagi Taruna, pencapaian tersebut menjadi contoh bagaimana industri farmasi nasional dapat berkembang tanpa meninggalkan kepatuhan terhadap regulasi.
Ia menegaskan bahwa BPOM akan terus membangun kemitraan strategis dengan industri guna menciptakan ekosistem farmasi yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kekuatan sistem kesehatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh regulasi yang baik, tetapi juga oleh integritas industri dalam menerapkan standar secara konsisten,” tegas Taruna Ikrar.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penanda arah baru yang tengah dibangun BPOM: menghadirkan industri farmasi Indonesia yang tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga unggul dalam mutu, teknologi, keberlanjutan, dan daya saing global.