Jangan Sok Jago, Varian Baru Virus Corona Berbahaya dan Mematikan

Ilustrasi virus corona baru yang menjadi ancaman baru di masa pandemi ini. (Foto:Int_Istimewa)
Varian baru ini muncul di akhir tahun 2020 – Dikabarkan telah bermutasi menjadi virus baru, mudah menyebar dan mematikan. Masyarakat diminta jangan melakukan perjalanan saat libur panjang, Hari Raya Natal dan tahun baru. “Mobilitas penduduk, bisa meningkatkan virus varian baru corona itu untuk menular,” kata Wiku Adisasmita.
menitindonesia, JAKARTA – Virus Corona varian baru yang mulai muncul di akhir 2020 itu, tak boleh dianggap enteng. Apalagi vaksin (Sinovac) yang telah dibeli dari China, belum bisa disuntikkan: masih dalam proses diteliti keamanannya di Balai Penelitian Obat dan Makanan.
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan warga agar tetap waspada dan tidak melakukan perjalan jauh, terutama di Hari Raya Natal dan tahun baru 2021. “Ini sangat berbahaya, virus corona varian baru dikabarkan telah bermutasi menjadi virus baru dan mudah menyebar,” ujar Wiku Adisasmito, Jumat (25/12/2020).
Dia menyarankan agar masyarakat tetap waspada, rajin cuci tangan dan selalu menggunakan masker serta tetap jaga jarak. Pada prinsipnya, kata dia, seluruh warga tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Untuk menghindari penularan, tetap menerapkan protokol kesehatan. Apabila protokol kesehatan diterapkan oleh seluruh warga masyarakat, maka ini akan mencegah penyebaran virus,” kata Wiku Adisasmito.
Saat ini, diketahui, pemerintah sedang melakukan pengawasan ketat terhadap kedatangan warga negara asing yang ingin masuk ke wilayah RI. Khusus untuk warga negara Ingris dilarang masuk ke Indonesia sebab virus varian baru corona, dikabarkan telah menyebar dengan cepat di beberapa wilayah di Ingris.
Hingga 13 Desember 2020, sudah terkonfirmasi setidaknya 1.108 kasus virus varian baru ini, yang teridentifikasi di wilyah Ingris bagian selatan dan bagian timur.
“Pemerintah menerapkan kebijakan mengetatkan mobilitas kedatangan orang dari luar negeri. Ini untuk melindungi keselamatan dan kesehatan dari kemunculan inported case,” tegas Wiku. #adezakaria