Kasus Covid-19 Meningkat di Sulsel, Gubernur NA: Tidak Usah Dirisaukan

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir Nurdin Abdullah, M.Ag
Angka kematian Sulsel lumayan bagus – Gubernur Sulsel menghimbau masyarakat agar tidak usah risau dengan kenaikan angka kasus Covid-19. “Semakin banyak orang terkena virus, semakin banyak juga orang yang akan diisolasi,” kata Nurdin Abdullah.
menitindonesia, MAKASSAR – Mengawali tahun 2021, angka pertumbuhan kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan, drastis. Gubernur, Prof Dr Ir Nurdin Abdullah, M.Ag, pun meminta masyarakat agar tidak panik dan tidak perlu merisaukannya.
Kata dia, seluruh elemen pemerintah saat ini, disibukkan mengurus masalah pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan di rapat kerja pelaksanaan kegiatan anggaran tahun 2021 dan evaluasi kegiatan tahun 2020.
“Saat ini, kita fokus urus soal pandemi Covid-19 karena bukan hanya mengguncang manusia tapi juga mengguncang ekonomi kita,” kata Nurdin Abdullah, di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (4/1/2021).
Sebelum pertemuan tewrsebut, Gubernur NA (akronim nama Nurdin Abdullah) sudah mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit se-Pemprov Sulsel dan juga Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, untuk membicarakan soal kenaikan angka kasus positif Covid-19 di Sulsel.
“Kemarin saya kumpulkan seluruh direktur rumah sakit dan Kepala Dinas Kesehatan karena peningkatan kasus lebih tinggi saat ini dibandingkan dengan di awal-awal mulai pandemi. Ini diimbangi juga dengan jumlah spesimen kita dari 1.200 sekarang mencapai 4.000 perharinya,” ujarnya.
Gubernur NA meminta seluruh masyarakat agar tidak terlalu risau dengan kenaikan angka kasus positif Covid-19.
“Saya sampaikan kepada kita semua jangan risau melihat peningkatan kasus, justeru harus gembira karena kita mampu menekan tracing kontak secara massif. Semakin banyak orang yang terkena, semakin banyak orang yang diisolasi, itu semakin cepat kita dapat tracing kontak,” jelasnya.
Untuk saat ini, kata dia, angka kematian di Sulsel lebih bagus dibandingkan provinsi lain yang lebih dari satu persen.
“Angka kematian dapat kita tekan. Saya berharap pengalaman di tahun 2020 ini bisa kita jadikan sebagai acuan di 2021,” ucap Gubernur NA.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kota Makassar, Dokter Siswanto Wahab, saat ini jumlah pasien yang membutuhkan perawatan juga semakin banyak, sehingga tenaga kesehatan kewalahan.

“Okupansi ruang isolasi di Makassar sudah diatas 85 persen dan ICU (Unit Perawatan Intensif) diatas 80 persen. Daerah-daerah lain juga sama saja, pasien terus bertambah, karena penularannya tinggi,” ungkap Siswanto, dikuti dari menitindonesia.com, Minggu (3/1), kemarin. #adezakaria