Walhi: Kerusakan Ekologi Sebabkan Bencana Banjir Bandang di Kalsel

Kalsel juga Indonesia – Aktifitas pertambangan mengakibatkan kerusakan ekologi di pulau Borneo (Kalimantan). “Sekarang Kalimantan Selatan sudah dalam kondisi bencana darurat bencana ekologis,” Kisworo Dwi Cahyono.
menitindonesia, BANJARMASIN – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) melansir kabar, selain cuaca ekstrem, bencana banjir di Kalimantan Selatan disebabkan oleh banyaknya izin pertambangan dan perkebunan sawit yang serampangan.
“Banjir besar di Kalimantan Selatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar cuaca ekstrem, melainkan akibat rusaknya ekologi di tanah Borneo,” ujar Direktur Eksekutif Walhi, Kisworo Dwi Cahyono, saat dihubungi Sabtu (16/1/2021).
Walhi meminta pemerintah jangan hanya menguras sumber daya alam di Kalimantan Selatan (Kalsel), tapi juga memperhatikan, kata dia, Kalsel sekarang dalam kondisi darurat bencana ekologis dan konflik agraria.
Berdasarkan catatan WALHI, di tahun 2020 saja sudah terdapat 814 lubang tambang milik 157 perusahaan batu bara yang masih aktif. Bahkan, kata dia, ditinggal investor penambang tanpa reklamasi.
Selain masalah tersebut, kata Kisworo, juga masalah perkebunan kelapa sawit yang mengurangi daya serap tanah.
“Ini menunjukkan daya tampung dan daya dukung lingkungan di Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis, sudah sering kita ingatkan, dari total luas wilayah 3,7 juta hektar hampir 50 persen sudah dibebani izin pertambangan dan perkebunan kelapa sawit,” ucapnya.
Sebelumnya BPBD Kalsel merilis data harian hingga per tanggal 14 Januari 2021. Tercatat ada 67.842 jiwa yang terdampak dari total 57 peristiwa banjir sejak awal tahun. Khusus untuk bangunan rumah warga yang terdampak sebanyak 19.452 unit.
Akumulatif jumlah warga terdampak banjir ini masih didominasi dari Kabupaten Tanah Laut, dengan jumlah sebanyak 34.431 jiwa. Lalu, disusul Kabupaten Banjar yang tercatat sebanyak 25.601 jiwa. Sedangkan, sisanya berasal Kota Banjarbaru, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Tapin, dan sekitarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, juga sudah mengumumkan wilayahnya kini berstatus tanggap darurat bencana banjir melalui Surat Pernyataan Nomor: 360/038/Bpbd/2021 tertanggal 14 Januari 2021. #adezakaria
Sumber: Walhi


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini