Penipuan Online Makin Marak, Mereka Kira Modus Komunikasi WA Tak Sanggup Ditelisik Polisi Syber

Pelaku meneror kerabat – Semua yang ada di kontak WA korbannya yang telah diduplikasi melalui aplikasi penipu mengancam, diancam akan mempermalukan korbannya dengan menyebarkan data-datanya. “Modusnya sangat mudah diungkap oleh polisi. Kami percaya Polisi Cyber kita lebih canggih alatnya,” kata korban, AD.
menitindonesia, JAKARTA – Penipuan modus pinjaman melalui aplikasi online, makin marak. Mereka menekan melalui nomor-nomor telepon WA yang berganti-ganti. Setelah mengisi data melalui aplikasi, maka berikutnya data-data korbannya diambil dan diancam akan disebarkan.
Padahal, modusnya meminjamkan uang dengan tanpa syarat. Hanya melalui aplikai dan mengambil data-data korban. Kemudian kontak korban yang ada pada email dan Whats App yang diberikan, pelaku melakukan aksi terornya kepada kontak korban agar memberitahu korban segera melunasi hutang. Padahal, setelah dicek tidak pernah ada transfer yang masuk dari pihak pelaku maupun aplikasi online.
Ironisnya, pelaku teror penipuan pinjaman online itu, berani menghubungi korbannya melalui chat WA dan telepon dengan berganti-ganti nomor. Ketika diminta alamatnya, dia hanya mengumbar caci maki. Tak mau menyebutkan alamatnya dan meminta agar korbannya mengirim transfer melalui aplikasi bodong, tak mau menyebutkan nomor rekening yang ditujukan.
Salah satu korban, inisial AD, mengaku awalnya dia tertarik meminjam uang melalui aplikasi dan memasukkan data-datanya, nomor telepon, email, no KTP dan nomor KK pada aplikasi yang ada di sosmed.
Namun setelah dia menyerahkan melalui aplikasi foto KTP, pin dan pasword WA serta emailnya, justru yang terjadi selang sehari, semua kontak yang ada di WAnya di hubungi oleh pihak yang mengaku dari pinjaman online, meminta agar menyampaikan kepada AD untuk mengirimkan transfer uang ke aplikasi yang sudah diisinya.
AD bingung, sebab setelah dikroscek ke nomor rekeningnya, tidak pernah terjadi transaksi uang masuk dari pihak pinjaman online. Bahkan AD pun mengaku diteror pihak pinjaman online setelah data-data teleponnya diambil.
AD menuturkan, bahwa setelah dia mengkonfirmasi ke beberapa rekan dan kerabatnya, nomor-nomor yang digunakan pihak yang mengaku aplikasi pinjaman online itu, dan meminta transferan melalui aplikasi.
Aplikasi online yang diisi AD tidak mendapat persetujuan dari pihak pinjaman online. Herannya, kata AD, justru dia tiba-tiba diberondong tagihan melalui kerabat dan kontaknya di WA.
“Semua nomor di kontak saya dihubungi untuk meneror saya. Nomor yang dipakai pelaku menelepon kami catat dan kami akan melaporkannya ke Polisi Cyber, karena saya yakin jika modus ini tidak segera diungkap polisi, menimbulkan banyak korban warga yang tidak mengetahui,” ucap AD.
Dia juga berharap agar Polri dan Polisi Siber yang memiliki peralatan canggih bisa menemukan jejak lokasi pelaku penipuan dengan modus pinjaman online. Menurutnya, mudah dilacak sebab menggunakan nomor-nomor yang aktif sekalipun banyak nomor yang dipakainya.
Pelaku pria dan wanita. Pelaku pria yang menelepon memakai nomor 085282949670, pernah mengaku ke salah satu rekannya, bahwa mereka berada di Rangkas Bitung, dan setelah diminta alamatnya yang lengkap, pelaku menutup teleponnya..
AD berharap, bahwa melalui nomor-nomor yang digunakan serta rekaman sidik suaranya, modus penipuan online ini bisa segera diungkap dan pelakunya ditangkap sebelum menimbulkan banyak korban.
“Saya percaya Reskrim dan Polisi Siber Polri bisa mengungkapnya, karena memiliki peralatan IT yang canggih. Melalui Polri, saya percaya modus penipuan ini bisa diungkap di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini