Jhonny Allen Rencanakan KLB Bulan Maret di Pulau Bintang, Ni’matullah: Dia Mau Jual Partai

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Jhonny Allen Marbun - mengajak pimpinan daeran dan cabang bertemu dan membicarakan agenda KLB. (Foto: Ist)
Pamor KSP Moeldoko rontok – Setelah dia ketahuan mau jadi Capres 2024 melalui jalur kudeta Partai Demokrat, Moeldoko dikecam dan dianggap berpolitik dengan cara yang buruk, the ugly. Korlap gerakan Moeldoko, Jhonny Allen Marbun, kini terancam dipecat. “Mungkin rukonya tidak laku, jadi dia mau jual partai ke Moeldoko,” kata Ni’matullah.
menitindonesia, MAKASSAR – Rencana kudeta kepemimpinan Partai Demokrat dari kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono, menggelinding setelah gerakan politik Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat,Jhonny Allen Marbun bersama mantan Bendahara Umum Partai Demokrart yang dipecat karena jadi terpidana kasus korupsi wisma atlet, Nazaruddin, tercium.
Gerakan makar itu, diduga diprakarsai oleh Kepala Staf Kantor Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dengan berkolaborasi bersama Johnny Allen dan Muhammad Nazaruddin.
Sebelumnya, Jhonny menghubungi beberapa pimpinan Partai Demokrat di seluruh Indonesia, mengajak mereka ke Jakarta dan melakukan pertemuan khusus untuk membicarakan agenda membesarkan partai.
Salah satu pimpinan daerah yang terus dibujuknya adalah Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan, H Ni’matullah Erbe. Jhonny menarget Ni’matullah gabung, sebab melalui Ni’matullah nanti, dia bisa mendapatkan 25 suara dari Sulsel dan juga memanfaatkan Ni’matullah untuk mempengaruhi pimpinan daerah di Indonesia Timur.
Bahkan Jhonny sudah lancang menawari duit. Untuk ketua-ketua DPC, ia siapkan panjar  Rp100 juta. Untuk Sulsel, diketahui terdapat 24 Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten dan kota plus satu suara provinsi.
Ditemui di kantornya oleh sejumlah wartawan, Ni’matullah menceritakan lika-liku konspirasi yang hendak menggoyang AHY.
“Dia minta nomor rekning saya, untuk segera ditransfer duit yang akan disalurkan ke DPC sebagai panjar biaya tanda tangan dukungan, dan untuk para pimpinan cabang di Sulawesi Selatan. Tapi saya tidak kasih karena ini bahaya. Dia bujuk tapi secara halus saya menolak rayuannya,” ujar Ni’matullah di Makassar, Rabu (3/2/2021).
Ni’matullah menolak halus ajakan bergabung dalam konspirasi yang dibangun Jhonny Allen di internal Partai Demokrat. Dia mengaku curiga, ada agenda yang tidak benar di balik agenda Jhonny Allen membesarkan partai.
Dia akhirnya menghubungi beberapa rekannya sesama pimpinan daerah Partai Demokrat, salah satu yang dikontaknya, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tenggara, Muhammad Endang SA.
Melalui Endang, Ni’matullah mendapat informasi, bahwa Jhonny merenacakan Kongres Luar Biasa. Endang mengaku sudah bertemu Jhonny di Jakarta, dan yang mereka bicarakan agenda KLB yang akan dilaksanakan di Pulau Bintang pada bulan Maret 2021.
Mendengar informasi dari rekannya itu, Ni’matullah menyarankan Endang cabut diri dari Jhonny. “Ini bukan lagi untuk membesarkan partai, tapi mau menjual partai,” ujar Ni’matullah.
Setelah Jhonny Allen kembali menghubungi Ni’matullah dan memaksa akan mengirimkan biaya operasional melalui transfer rekening, dengan halus Ni’matullah menolak memberikan nomor rekeningnya dan sekaligus menolak datang ke Jakarta bertemu Jhonny Allen.
Konspirasi Jhonny Allen akhirnya terbongkar dan dibeberkan ke publik. Ternyata Jhonny berkolaborasi dengan Muhammad Nazaruddin untuk mementori gerakan Moeldoko menuju Pilpres 2024 dengan mengkudeta Partai Demokrat.
Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengakui jika ia memang telah bertemu dengan sejumlah kader Partai Demokrat. Soal isi pertemuannya dengan kader Demokrat, Moeldoko enggan menjelaskannya. “Memang kenapa kalau saya ketemu, itu kan urusan saya,” ucap Moeldoko.
Rencana Moeldoko mengkudeta Partai Demokrat untuk kepentingannya menjadi Capres pada tahun 2024, menjadi sorotan di tengah publik. Andi Mallarangen menilai langkah Moeldoko itu merupakan tindakan tidak etik dan merusak citra Presiden Joko Widodo.
“Seharusnya Pak Moeldoko sibuk membantu tugas presiden, mengatasi pandemi dan krisis ekonomi, bukan malah sibuk mengurus dirinya untuk menjadi Capres 2024,” kata Andi Mallarangeng.
Sementara itu, Deputy Bapilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mendesak Dewan Kehormatan segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat merencanakan makar di Partai Demokrat.”Kader yang terlibat agar segera dipecat. Ini tidak bisa dibiarkan sebab bisa merusak suasana partai yang saat ini sudah sangat kondusif,” ujar Kamhar. (andi ade zakaria).


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini