Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto (kiri) dan Staf Ahli KSP Ade Irfan Pulungan (kanan).. (Foto Ilustrasi_Menit)
Jokowi pecinta demokrasi – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menanyakan bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi, dituding Tenaga Ahli Kepala Staf Presiden Ade Irfan Pulungan, sebagai tindakan provokasi. “Pak JK mau memanas-manasi atau memprovokasi keadaan,” kata Ade Irfan Pulungan.
menitindonesia, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto menyampaikan rasa prihatainnya atas pernyataan tenaga ahli KSP Ade Irfan Pulungan yang menanggapi kritik JK sebagai upaya provokasi.
“Sepertinya dalam berdemokrasi, kebebasan ini hanya milik penguasa dan lingkaran terdekatnya saja? Tentu tidak boleh seperti itu!,” Didik Mukrianto di Jakarta, Kamis, Senin (15/2/2021).
Didik tidak yakin Presiden Jokowi mau membelenggu demokrasi, sebaliknya dia meyakiniPresiden Jokowi seorang pecinta demokrasi yang menghargai kritik dan menerima perbedaan pendapat. “Beliau adalah presiden yang terpilih dua kali secara demokratis,” ucapnya.
Logika dan nalar sehatnya, kata Didik, mestinya tidak mungkin Presiden Jokowi akan membunuh demokrasi dengan cara-cara atau kewenangan kekuasaan yang dimilikinya tersebut.
“Sebaiknya orang-orang di sekitar Presiden tidak arogan, dalam berdemokrasi, aroganisme tidak boleh ditumbuhkembangkan, termasuk sikap-sikap terhadap para pemimpin dan tokoh-tokoh bangsa kita. Kekuasaan itu ada batasnya, gunakan secara adil dan bijaksana,” ujar Didik.
Ia menyarankan, agar semua elemen kekuasaan memperkuat kebenaran dan tidak membenarkan yang kuat. Sebab, kata dia, pemimpin yang tidak memiliki spirit kebenaran dan kebajikan akan menghasilkan kepemimpinan yang minim integritas.
Diketahui, sebelumnya Tenaga ahli Kepala Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan menilai JK ingin memprovokasi keadaan setelah melontarkan pertanyaan terkait kebebasan berpendapat berujung penangkapan.
“Jadi sangat ironis sekali saya katakan, jika Pak Jusuf Kalla menyampaikan itu, dan disampaikannya dalam forum suatu partai, sepertinya dia ingin memanas-manasi atau memprovokasi keadaan untuk bisa memberikan arah kepada partai tersebut,” kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/2/2021) kemarin. (andi ade zakaria)