Imam Besar Mesjid Raya, Muhammad Shamsi Ali, berfoto di depan gambar rencana properti pesantren nusantara di Amerika Serikat. (Foto: Menit)
Pesantren pertama di Amerika Serikat – Pembangunannya dirintis Imam Besar Mesjid Raya New York, Muhammad Shamdi Ali. Rencana lahan properti seluas 7,5 hektar sudah selesai pelunasan. “Kami putuskan menambah luas lahannya menjadi 11.5 hektar dan setelah Covid mereda, pembangunannya akan digenjot, ” kata Imam Besar Shamsil Ali.
menitindonesia, NEW YORK – Imam Besar Mesjid Raya New York, Shamsi Ali menyampaikan perkembangan terbaru proyek pembangunan pondok pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Amerika Serikat, pada bulan Februari 2021, seluruh lahan pondok pesantren telah terlunaskan.
Imam Besar Shamsi Ali menjelaskan, pelunasan lahan properti Pondok Nur Inka Madani ini, dilakukan dengan angsuran selama 24 bulan. “Sesuai perjanjian di kontrak pembelian seharusnya telah lunas pada bulan April 2020, lalu,” kata IB Shamsi Ali.
Namun, lanjut dia, musibah Covid 19 yang melumpuhkan hampir semua kegiatan penggalangan dana, maka pelunasan itu gagal diselesaikan pada waktunya.
“Alhamdulillah, dengan izin Allah dan kerja keras semua yang terlibat serta kebaikan semua donatur, properti Pondok pesantren telah terlunaskan pada bulan Februari 2021 ini. Dengan demikian, satu beban dalam proses mewujudkan Pondok pesantren pertama Indonesia di Amerika telah selesai,” ungkap IB Shamsi Ali.
Dengan selesainya pelunasan itu, kata dia, kini Nusantara akan fokus pada dua hal, membenahi gedung-gedung tua yang ada dan setelah Covid berlalu akan segera mengintensifkan berbagai kegiatan di lokasi Pondok pesantren. Satu di antaranya adalah program Tahfidz Al-Quran musim panas.
IB Shamsi Ali juga menjelaskan, setelah gambar selesai nantinya, akan dimulai penggalangan dana untuk pembangunan beberapa fasilitas yang diperlukan untuk membuka pesantren full time, yakni mesjid, gedung sekolah, asrama putra dan putri, dapur umum (cafetaria), gedung serba guna dan rumah-rumah nusantara.
Di selah kekosongan saat ini akibat Covid, kata Imam Besar, pesantren kembali mendapat tawaran untuk melakukan ekspansi lahan.
“Di seberang lokasi pesantren dijual tanah seluas 4.1 hektar dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk tidak kehilangan peluang itu, Nusantara memutuskan untuk membeli lahan tersebut. Sehingga harapannya, setelah lahan tersebut terbelih lokasi pesantren menjaid 11.5 hektar,” ujar Shamsi Ali.
Untuk itu, ia bermaksud mengajak kembali para donatur untuk ikut mengambil bagian, baik berupa donasi atau wakaf, untuk membeli lahan yang dimaksud.
Diketahui, Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat itu asal Sulawesi Selatan itu, berencana membangun pesantren Nusantara Madani di tengah kota New York dan Boston, Amerika Serikat.
Pembangunan pesantren tersebut, kata Shamsi, adalah salah satu langkah untuk menunjukkan kepada masyarakat non-Muslim di Amerika Serikat tentang Islam yang sebenarnya. (andi ade zakaria)