Pencarian CVR Sriwijata Air Kembali Dilanjutkan, TNI Kerahkan Pasukan Penyelam

Persiapan Dislambair TNI AL melakukan kembali pencarian CVR. (Foto: Ist)
Dicari dampai dapat – KNKT kembali melanjutkan pencarian cockpit voice recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ-182 setelah laporan awalnya disoroti pengamat penerbangan, Andi Isdar Yusuf, SH. TNI AL pun menerjunkan 34 penyelamnya dari Dinas Penyelaman dan Penyelamatan Bawah Air (Dislambair). “Kami kembali lanjutkan pencarian CVR untuk mendukung upaya pencarian KNKT,” kata Kolonel Laut Wahudin Arif.
menitindonesia, JAKARTA – Penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 belum bisa disimpulkan berdasarkan laporan awal yang disampaikan oleh Komite Nasional Keselamatan Tra
nsportasi (KNKT), beberapa waktu lalu. Pencarian CVR (bagian dari black box), kembali dilanjutkan untuk melengkapi preliminary report yang disampaikan KNKT itu.
Laporan awal tersebut, sempat mendapat sorotan dari pengamat penerbangan Andi Isdar Yusuf karena dilakukan tanpa dilengkapi dengan CVR yang menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 di dekat kepualauan seribu, Jakarta, 9 Januari 2021, lalu.
“Dislambair sudah menyiapkan 34 personel penyelam yang akan melanjutkan pencarian CVR dalam mendukung operasi pencarian yang digelar oleh KNKT,” kata Kadislambair Koarmada I, Kolonel Laut Wahyudin Arif dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).
Wahyudin mengatakan sudah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait pencarian bagian dari black box pesawat itu, termasuk teknis penyelaman. Hal itu dilakukan agar pencarian CVR dapat berjalan efektif.
Sementara itu, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid mengatakan, TNI AL siap mendukung penuh KNKT dalam mencari CVR. Pihaknya juga telah mendirikan posko di Tanjung Kait, Tangerang, untuk mendukung tugas para penyelam.
“Tim penyelam dari Dislambair Koarmada I saat ini sudah mendirikan posko di Pos TNI AL Tanjung Kait, Teluk Naga, Tangerang. Selain personel penyelam, TNI AL sudah menyiapkan perangkat pendukung keselamatan berupa mobil ambulans dan Mobile Diving Chamber (MDC) yang standby di sana,” ujarnya.
Sebelumnya, KNKT menyampaikan preliminary report atau laporan pendahuluan terkait tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Namun pengungkapan hasil investigasi yang disampaikan Kapten Nurcahyo itu mendapat sorotan. Laporan KNKT dinilai asal-asalan karena tidak mengungkap hasil dari CVR.
“Apa yang disampaiakan KNKT dalam preliminary report (laporan awal) itu, belum bisa dipercaya sebelum ada CVR),” ujar Andi Isdar Yusuf seperti dikutip dari menitindonesia.com tanggal 11 Februari 2021.
Apa yang disampaikan KNKT dalam laporannya itu, belum bisa dipercaya sebelum ada CVR
Dalam memngungkap dan melengkapai hasil investigasinya, terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, KNKT kembali melanjutkan pencarian CVR, akan terus dilakukan hingga ditemukan. (andi ade zakaria)