Berani! Dua Eks Menhan China Divonis Mati Gara-gara Korupsi

Ilustrasi
menitindonesia, JAKARTA – Pengadilan militer China menjatuhkan hukuman mati kepada dua mantan Menteri Pertahanan, Wei Fenghe dan Li Shangfu, setelah keduanya dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi dan penyuapan berskala besar.
Vonis dijatuhkan pada Kamis (7/5/2026). Namun, hukuman mati tersebut diberi masa penangguhan dua tahun yang nantinya akan diubah menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pengurangan hukuman maupun pembebasan bersyarat.
Selain hukuman penjara, seluruh aset pribadi kedua mantan pejabat tinggi militer itu juga disita negara.
Kantor berita resmi Xinhua melaporkan, Wei Fenghe dan Li Shangfu terbukti menerima suap dalam jumlah besar selama menjabat di pemerintahan dan militer China.
Li Shangfu disebut menerima “sejumlah besar uang” dan turut menyuap pihak lain demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Penyelidikan menemukan ia tidak memenuhi tanggung jawab politik dan mencari keuntungan pribadi bagi dirinya sendiri dan orang lain,” demikian laporan Xinhua.

BACA JUGA:
Soroti Konflik Iran-Israel-AS, Prabowo Minta ASEAN Jaga Jalur Perdagangan

Sementara itu, Wei Fenghe juga dinyatakan menerima uang dan barang berharga dalam jumlah besar sebagai suap, termasuk membantu pihak tertentu memperoleh keuntungan tidak sah dalam pengaturan jabatan.
Kasus ini menjadi bagian dari gelombang bersih-bersih besar-besaran di tubuh militer China yang digencarkan Presiden Xi Jinping.
Wei Fenghe diketahui menjabat Menteri Pertahanan China periode 2018–2023 sebelum digantikan Li Shangfu pada Maret 2023.
Namun masa jabatan Li berlangsung singkat. Ia dicopot pada Oktober 2023 setelah sempat menghilang dari publik selama dua bulan dan memicu spekulasi soal penyelidikan internal pemerintah China.
Gelombang penindakan korupsi di tubuh militer China belakangan semakin masif. Sejumlah pejabat tinggi militer dan elite Partai Komunis ikut terseret kasus serupa.
Pada Februari lalu, Presiden Xi Jinping kembali menegaskan komitmennya memberantas korupsi di lingkungan militer.
Xi menyebut militer China telah “mengalami penempaan revolusioner dalam perjuangan melawan korupsi”.
Dalam beberapa tahun terakhir, kampanye antikorupsi Xi Jinping memang terus menyasar pejabat tinggi negara, termasuk kalangan militer.
Namun sejumlah pengkritik menilai langkah tersebut juga digunakan untuk membersihkan lawan-lawan politik di internal Partai Komunis China.
Sebelumnya, mantan Menteri Pertanian China Tang Renjian juga dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun karena menerima suap lebih dari 268 juta yuan atau sekitar Rp627 miliar.
Tak hanya itu, pada 2017 lalu, Jenderal Zhang Yang dilaporkan bunuh diri di tengah penyelidikan dugaan korupsi yang menyeret sejumlah elite militer China.
Sejak kampanye antikorupsi dimulai pada 2012, lebih dari 1,5 juta pejabat Partai Komunis China disebut telah terseret kasus korupsi, termasuk para perwira tinggi militer.