Fakultas Kehutanan Unhas dan Pemkab Maros Sepakat Sama-Sama Garap Hutan Pendidikan

Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Andi Mujetahid dan Bupati Maros HAS Chaidir Syam meneken MoU. (Foto: Ist_nj)
menitindonesia, MAROS – Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin bersama Pemerintah Kabupaten Maros, sepakat bekerjasama memanfaatan lahan hutan pendidikan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Jumat (26/3/2021)
Dekan Fakultas Kehutanan Unhas Andi Mujetahid mengatakan, keberadaan hutan pendidikan di kawasan hutan Maros, selama ini masih didominasi oleh kegiatan praktek dan penelitian terkait ilmu-ilmu kehutanan.
Selain itu, kata dia, juga dilakukan budidaya tanaman langka. Total tanamam yang dibudidayakan  yakni 60 jenis tanamam langka, salah satunya: tanaman jenis Ajang Kelicung dari NTB.

“Diharapkan kedepannya Fakultas Kehutanan Unhas bisa berkolaborasi dengan Pemkab sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar hutan pendidikan. Program yang kami rencanakan untuk hal ini, adalah pengembangan silvopalture (ternak di dalam kawasan),” kata Mujetahid.

Ia juga menuturkan, selama ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kawasan hutan pendidikan belum terlembagakan. Namun, kali ini, kata dia, sudah ada MoU antara Rektor Unhas dan Pemkab Maros.
Diketahui, luas hutan pendidikan sekitar 1640 hektar, berada di kecamatan Cenrana dengan lingkup 3 desa yakni, Desa Limapoccoe, Desa Labuaja, dan Desa Rompegading.
Sementara itu, Bupati Maros HAS Chaidir Syam, menyambut hangat kerjasama dengan Universitas Hasanuddin itu.
“Ini adalah bentuk keseriusan antara Pemerintah Kabupaten Maros dan pihak Universitas Hasanuddin dalam membangun daerah,” kata Chaidir.
Lebih lanjut, dia bilang, sudah banyak sumbangsi yang diberikan oleh pihak Fakultas Kehutanan Unhas kepada Maros.
“Dengan adanya kerjasama ini, kawasan hutan pendidikan ini akan memberi nilai tambah bagi perekonomian di Maros,” pungkas Chaidir Syam. (roma-nj)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini